DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGEMBANGAN HANDOUT TENTANG BEKANTAN (Nasalis larvatus) DI PULAU CURIAK SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI DI SMA | |
| PENGARANG | : | REMA YULIANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-08-31 |
Bahan ajar memiliki arti penting dalam kegiatan pembelajaran, agar proses pembelajaran mudah dan efektif. Potensi lokal dapat dijadikan sumber belajar dengan melihat pada fenomena, peristiwa, maupun permasalahan pada suatu daerah atau yang disebut dengan pembelajaran kontekstual. Handout merupakan salah satu bahan ajar yang ringkas dan memudahkan peserta didik memahami pembelajaran.Bekantan adalah potensi lokal dan salah satu keanekaragaman hayati Kalimantan Selatan yang berada di pulau Curiak yang dapat dimanfaatkan sebagai materi pengayaan pada konsep keanekaragaman hayati di SMA. Tujuan penelitian pengembangan ini untuk menganalisis kevalidan handout tentang bekantan(Nasalis larvatus) di pulau Curiak sebagai bahan pengayaan konsep keanekaragaman hayati di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah menganalisis hasil penelitian tentang bekantan (Nasalis larvatus) di Pulau Curiak oleh Zainuddin dan Rezeki untuk dijadikan bahan pengembangan handout bekantan (Nasalis larvatus) di Pulau Curiak dengan menggunakan model pengembangan Tessmer (1998)yang dibatasi sampai dengan tahap expert review (Uji Pakar). Uji pakar atau validasi dilakukan dengan para ahli yang terdiri dari 3 (orang) validator dengan nilai validitas secara keseluruhan yaitu 90,6% (sangat valid dan layak digunakan tanpa revisi). Kevalidannya ditunjukkan oleh rata-rata penilaian pada aspek kelyakan isi 85,07% (sangat valid), penilaian aspek kelayakan penyajian 91,25% (sangat valid), dan penilaian aspek bahasa 87,14% (sangat valid).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI