DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MANAJEMEN KURIKULUM SEKOLAH MODEL PADA SEKOLAH DASAR NEGERI (STUDI MULTISITUS DI SDN BAKARANGAN 1 DAN SDN PEMATANG KARANGAN HULU KABUPATEN TAPIN)
PENGARANG:RIDHA YULIEANA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-08-31


ABSTRAK

 

Yulieana,Ridha. 2020. Manajemen Kurikulum Sekolah Model (Studi Multisitus pada SDN Bakarangan 1 dan SDN Pematang Karangan Hulu Kabupaten Tapin). Tesis, Program Magister Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (I) Prof. Drs. H. Rustam Effendi M.Pd., Ph.D (II) Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd., Ph.D.

 

Kata Kunci: Manajemen, Kurikulum, Sekolah Model

 

Kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis,lingkup dan urutan isi, serta proses pendidikan yang diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap peserta didik. Manajemen kurikulum menjadi aspek yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran dalam pendidikan nasional.

Fokus penelitian: (1) Manajemen Kurikulum sekolah model, dan (2) faktor penentu dari keberhasilan dan kegagalan. Tujuan penelitian: (1) mendeskripsikan manajemen kurikulum sekolah model meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, (2) faktor penentu dari keberhasilan dan kegagalan manajemen kurikulum di sekolah model.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalahkepala sekolah dan guru SDN Bakarangan 1 dan SDN Pematang Karangan Hulu. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposif yang dipadukan dengan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul melalui berbagai teknik tersebut diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Kemudian data dianalisis dengan analisis tunggal dan analisis lintas situs.

Hasil temuan pada SDN Bakarangan 1 menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum 2013 meliputi kegiatan menginternalisasi kebudayaan pada setiap kegiatan pembelajaran. Perencanaan meliputi standar isi dan standar proses dengan kegiatan penyusunan kurikulum dan persiapan perangkat pembelajaran dengan RPP berbasis SPAB. Kegiatan pengorganisasian dengan membentuk tim penyusun kurikulum, tim pelaksana pembelajaran dan tim penjaminan mutu internal sekolah. Pelaksanaan menggunaan kegiatan pembelajaran tematik. Pengawasan dilakukan oleh pengawas Dinas Pendidikan dan kepala sekolah, serta orang tua terhadap program pembelajaran. Evaluasi yaitu evaluasi proses sebagai analisis kendala dalam kurikulum dan evaluasi hasil belajar. Faktor kendala pada situs 1 yaitu kurangnya pemahaman guru terhadap RPP berbasis SPAB; Daya dukung orang tua; dan penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang tinggi untuk siswa. mengadakan kegiatan pelatihan dalam meningkatkan pemahaman guru dalam mengaplikasikan RPP berbasis SPAB dan menurunkan nilai KKM terhadap guru. Keberhasilan manajemen kurikulum pada situs 1 yaitu terdapat manajemen prestasi yang diterapkan sekolah sehingga sekolah memiliki target prestasi secara periodik dan keaktifan guru dalam mengikuti kegiatan melalui KKG serta adanya tim penjaminan mutu internal sekolah sebagai pengawal dalam kegiatan kurikulum 2013 berbasis kebudayaan.

Hasil temuan pada SDN Pematang Karangan Hulu menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum 2013 penyusunan kurikulum dan perencanaan pembelajaran kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Pengorganisasian dengan dengan membentuk tim penyusunan kurikulum termasuk di dalamnya pengembang dan evaluator serta pembentukan tim penjaminan mutu pendidikan sekolah. Pelaksanaan kurikulum pada pembiasaan rutin, spontan dan terprogram. Pengawasan kurikulum dilakukan oleh pengawas Dinas Pendidikan dan kepala sekolah. Evaluasi dengan evaluasi konteks sebagai umpan balik kesiapan sekolah. Evaluasi input yaitu evaluasi kesiapan sekolah dalam kurikulum; evaluasi proses yaitu evaluasi yang dilakukan dalam pelaksanaan program pembelajaran; serta evaluasi output pada produk yang dihasilkan dalam prestasi. Kendala yaitu kurangnya pemahaman guru dalam mata pelajaran non tematik; kepala sekolah menunjuk dirinya sebagai ketua tim penjaminan mutu pendidikan di sekolah serta partisipasi aktif masyarakat dan orang tua. Faktor keberhasilan melalui pemberian pelatihan internal dan pengembangan guru; meningkatkan daya dukung masyarakat dan orang tua dalam kurikulum; peran aktif warga sekolah; dan kesiapan guru dalam mengelola.

Saran kepada kepala sekolah, sebagai bahan masukan dan pengembangan kepada kepala sekolah bagi sekolah imbas; bagi Guru, sebagai bahan panduan dalam pelaksanaan dan pengembangan manajemen kurikulum sekolah model baik dalam struktur kurikulum dan program pembelajaran.


 

ABSTRACT

 

Yulieana,Ridha. 2020. Model School Curriculum Management (Multisite Studyin SDN Bakarangan 1 and SDN Pematang Karangan Hulu Kabupaten Tapin). Thesis, Master Program of Educational Management.Graduate Program University of Lambung Mangkurat. Advisors: (I) Prof. Drs. H. Rustam Effendi M.Pd., Ph.D. (II) Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd., Ph.D.

 

Kata Kunci: Management, Curriculum, Model School

 

The curriculum is an educational plan, providing guidline and guidance on the type, scope and sequence of contents,and the educational process that is directed to develop students' knowledge, understanding, abilities, values, attitudes. Curriculum management is an aspect that influences the success of learning in national education.

Research focuses: (1) Management of school model curricula, and (2) determinants of success and failure. Research objectives: (1) describe the management of the model school curriculum including planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating, (2) determinants of success and failure of curriculum management in model schools.

This research uses a qualitative approach. Data were collected using interview, observation and documentation techniques. The research subjects were the school principal and teachers of SDN Bakarangan 1 and SDN Pematang Karangan Hulu.Informants were selected using a purposive technique combined with snowball sampling technique. Data collected through various techniques is examined and data reduction, data presentation and data verification are carried out. Checking the validity of the data is done using credibility, transferability, dependability and confirmability. Then the data are analyzed with a single analysis and cross site analysis.

The findings in SDN Bakarangan 1 shows that 2013 curriculum planning includes internalize culture in each learning activity. Planning includes content standards and process standards with curriculum preparation activities and preparation of learning tools with SPAB-based RPP. Organizing activities by forming a curriculum compilation, learning implementing and the school's internal quality assurance team. The Implementation uses thematic learning activities. Supervision is carried out by the Office of Education supervisors and school principals, as well as parents on the learning program. Evaluation is an evaluation of the process as an analysis of constraints in the curriculum and evaluation of learning outcomes.The constraints on site 1 are the lack of teacher understanding of the SPAB-based RPP; Carrying capacity of parents; and determination of high Minimum Mastery Criteria (KKM) for students, conduct training activities to improve teacher understanding in applying SPAB-based RPPs and reduce KKM scores for teachers. The success of curriculum management on site 1 is that there is achievement management implemented by schools so that schools have periodic achievement targets and teacher activity in participating in activities through KKGs and the existence of an internal quality assurance team as a bodyguard in 2013 culture-based curriculum activities.

The findings of the SDN Pematang Karangan Hulu show that the 2013 curriculum planning curriculum preparation and learning planning for intracuricular and extracurricular activities. Organizing by forming a curriculum preparation team including developers and evaluators and the formation of a school education quality assurance team. Curriculum implementation on routine, spontaneous and programmed habituation. Curriculum supervision is carried out by the supervisor of the Education Office and the school principal. Evaluate with context evaluation as feedback on school readiness. Input evaluation, namely evaluation of school readiness in the curriculum; process evaluation that is the evaluation carried out in the implementation of the learning program; and evaluating the outputs of products produced in achievement. Constraints namely lack of teacher understanding in non thematic subjects; the school principal appoints himself as the head of the education quality assurance team at the school and the active participation of the community and parents. Success factors through providing internal training and teacher development; increase the carrying capacity of the community and parents in the curriculum; active role of school members; and teacher readiness in managing.

Suggestions for school principals, as input and development for school principals for impact schools; for Teachers, as guidance material in the implementation and development of model school curriculum management both in curriculum structure and learning programs.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI