DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH BIOCHAR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI HIYUNG (Capsicum frutescens L). PADA TANAH ULTISOL
PENGARANG:BELLA SAPUTRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-09-01


Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura dengan nilai ekonomis untuk dikembangkan dalam usaha tani. Cabai hiyung memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi dengan kadar capcaisin mencapai 94.500 ppm. Tanah ultisol memiliki pH rendah (masam) berkisar antara 4,5-5,3 menyebabkan Al, Fe, Mn tinggi fiksasi P dan aktivitas mikroba serta kandungan bahan organik (K,Ca, Mg dan Cu) rendah, bahan organik mudah tererosi, flora fauna yang menguntungkan tidak aktif. Salah satu upaya dalam mengurangi kendala budidaya pada tanah ultisol ini adalah dengan menggunakan biochar TKKS dan mikoriza arbuskular. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh interaksi biochar TKKS dan mikoriza arbuskular yang diaplikasikan di tanaman cabai  hiyung terhadap pertumbuhan cabai hiyung  pada tanah ultisol. Pelaksanaan penelitian ini bertempat di lahan percobaan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah RAL dua faktor  dengan masing masing empat perlakuan yaitu mikoriza (M) M0 : kontrol, M1 : 20 gr/polybag, M2 : 40 gr/polybag, M3 : 60 gr/ polybag. Biochar (B) B0 : kontrol B1 : 150 gr/polybag, B2 : 300 gr/polybag, B3 : 450 gr/polybag. Hasil penelitian  menunjukan bahwa pemberian biochar TKKS dan mikoriza arbuskular berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah bunga pertama, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan volume akar tanaman cabai hiyung. Perlakuan terbaik adalah perlakuan M1B1 yaitu 20 gr/polybag mikoriza dan 150 gr/polybag biochar TKKS.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI