DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Hubungan Tingkat Keparahan Maloklusi dengan Status Psikososial di SMA Negeri 10 Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | HATFINA SABILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-09-15 |
Latar Belakang: Maloklusi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya yaitu masalah pada psikososial. Dampak psikososial akibat maloklusi adalah penderita menjadi tidak percaya diri, mengalami gangguan emosi, tidak nyaman dalam interaksi sosial, serta kerap membandingkan diri dengan orang lain. Penderita maloklusi menerima respon yang kurang menyenangkan dari orang lain seperti mendapat ejekan sehingga akan mempengaruhi perkembangan diri terutama pada masa remaja. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat keparahan maloklusi dengan status psikososial remaja di SMA Negeri 10 Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dihitung menggunakan rumus estimasi proporsi dengan jumlah sampel sebanyak 83 siswa dan siswi SMA Negeri 10 Banjarmasin. Pengumpulan data menggunakan indeks DAI dan kuesioner PIDAQ. Analisis data terdiri dari analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik masing-masing variabel dan analisis bivariat untuk melihat korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Tingkat keparahan maloklusi di SMA Negeri 10 Banjarmasin berdasarkan DAI tertinggi yaitu pada kategori maloklusi sangat parah sebanyak 27 orang (33%). Status psikososial di SMA Negeri 10 Banjarmasin berdasarkan PIDAQ tertinggi yaitu pada kategori status psikososial sedang sebanyak 44 orang (53%). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat keparahan maloklusi dengan status psikososial.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI