DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Evaluasi Penjadwalan Menggunakan Precedence Diagram Method dan Percepatan Menggunakan Crash Program (Studi Kasus Gedung Badan Keuangan Daerah Tahap I) | |
| PENGARANG | : | RABIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-09-16 |
ABSTRAK
Penjadwalan yang telah dibuat pada saat perencanaan memiliki kemungkinan untuk berubah jika terjadi keterlambatan kegiatan pada proyek, untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan penjadwalan ulang proyek. Seperti halnya pada Proyek Pembangunan Gedung Rapat Badan Keuangan Daerah Tahap I Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan yang mengalami keterlambatan pekerjaan proyek. Untuk itu dibuat network dengan Precedence Diagram Method (PDM) untuk mengetahui terlambat tidaknya proyek yang menggambarkan hubungan antar kegiatan dan lintasan kritis.
Penelitian ini bertujuan menganalisis jadwal rencana dengan menggunakan Microsoft Office Project 2016 untuk mengetahui pekerjaan kritis., menganalisis pekerjaan yang mengalami keterlambatan atau kemajuan. Pada Proyek Tugas Akhir ini terjadi keterlambatan saat pemantauan pada minggu ke-14. Keterlambatan yang terjadi sebesar 17,72 % dari rencana semula. Setelah dilakukan analisa pada network diagram dengan durasi sisa pekerjaan baik menggunakan Microsoft Office Project maupun perhitungan manual, diketahui ternyata proyek mengalami keterlambatan selama 12 hari. Akibat dari adanya keterlambatan yang terjadi, maka diperlukan usaha percepatan atau crashing menggunakan 2 metode alternatif dalam percepatan proyek yaitu crashing dengan penambahan jam lebur dan crashing dengan penambahan tenaga kerja untuk mengetahui metode mana yang lebih efisien dan lebih ekonomis dalam mengatasi keterlambatan yang terjadi.
Dari hasil analisis percepatan didapat total biaya proyek dalam kondisi sesudah crashing dengan metode alternatif penambahan jam lembur didapatkan total biaya proyek sebesar Rp. 4.192.320.881,38 dengan durasi percepatan selama 150 hari kerja yang artinya masih mengalami keterlambatan. Sedangkan untuk hasil analisis percepatan dengan metode alternatif penambahan tenaga kerja didapat sebesar Rp. Rp. 4.137.892.050,00 dengan durasi percepatan selama 149 hari kerja.Maka metode percepatan yang paling efisien untuk mengatasi keterlambatan yang terjadi dan dapat mengembalikan pada durasi semula ialah percepatan dengan melakukan Penambahan Tenaga Kerja.
Kata kunci: penjadwalan, Precedence Diagram Method, keterlambatan proyek, crashing, penambahan waktu lembur, penambahan tenaga kerja.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI