DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DENGAN KEJADIAN KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RSUD ULIN | |
| PENGARANG | : | Effendy | |
| PENERBIT | : | - | |
| TANGGAL | : | 2018-02-05 |
Kejang demam merupakan kelainan saraf tersering pada anak dimana 2%-5%
anak pernah mengalami kejang demam. Prognosis kejang demam baik, namun
cukup mengkhawatirkan bagi orang tuanya. Salah satu faktor penyebabnya
diperkirakan karena anemia defisiensi besi namun hal ini masih kontroversial.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia defisiensi besi dengan
kejadian kejang demam pada anak di RSUD Ulin. Penelitian ini menggunakan
rancangan observasional analitik dengan metode case control. Jumlah sampel yang
digunakan sebanyak 60 orang terdiri dari 30 kasus dan 30 kontrol dipilih dengan
menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisis menggunakan uji
statistik Fischer’s exact dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian
menunjukkan median kadar serum besi kelompok kasus 18,05 μg/dL dan kontrol
27,1 μg/dL, anemia defisiensi besi kelompok kasus 5 dan kontrol 2, nilai uji statistik
didapatkan nilai p= 0,424 (>0,05), maka tidak terdapat hubungan bermakna antara
anemia defisiensi besi dengan kejang demam pada anak di RSUD Ulin, disarankan
menggunakan jumlah sampel yang lebih besar pada penelitian selanjutnya.
Kata-kata kunci: kejang demam, anemia defisiensi besi, serum besi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI