DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Rendahnya Pendapatan Petani Padi Non Gurem di Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:ROY SURYANTO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-09-17


Fakta menunjukkan bahwa kehidupan petani saat ini bukan lagi sebagai profesi yang menarik di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan semakin berkurangnya jumlah tenaga kerja yang bekerja disektor pertanian dalam satu dekade terakhir. Badan Pusat Statistik menggambarkan kondisi realita bahwa rumah tangga miskin di Indonesia daerah perkotaan dan perdesaan pada tahun 2018 didominasi oleh sektor pertanian yakni sebesar 49%. Bahkan daerah perdesaan di Indonesia, sektor pertanian mendominasi persentase rumah tangga miskin hingga mencapai 64,23%. Pada tahun 2019 persentase penduduk miskin 15 tahun ke atas berdasarkan sektor pertanian di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 51,22%. Hasil  ST2013  menunjukkan  bahwa rumah tangga usaha pertanian pengguna lahan, sebesar 33,57% merupakan  rumah  tangga  petani  gurem,  sedangkan  rumah  tangga  bukan  petani  gurem  sebesar 66,43%. Jika ditelisik lebih dalam mengenai pendapatan petani non gurem (luas lahan ≥ 0,5 ha), ternyata relatif banyak petani non gurem yang berpendapatan lebih rendah daripada rata rata pendapatan petani gurem (<Rp 3.353.230,-). Data SOUT2017 menunjukkan bahwa ternyata yang berpendapatan rendah mencapai 59,45%, lebih banyak jika dibandingkan dengan petani padi non gurem yang tidak berpendapatan rendah di Kalimantan Selatan.

Penelitian ini secara umum berguna untuk menganalisis kondisi petani non gurem (petani dengan luas lahan lebih besar dari 0,5 ha) berpendapatan rendah di Kalimantan Selatan, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan peluang rendahnya pendapatan petani non gurem di Kalimantan Selatan menggunakan model regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tertinggi kepala rumah tangga, jenis lahan, penggunaan pupuk, serangan hama, sarana/alat pertanian, keikutsertaan bimbingan dan penyuluhan, pemanfaatan hasil panen, dan luas lahan mempunyai pengaruh terhadap peluang munculnya kecenderungan petani non gurem berpendapatan rendah di Kalimantan Selatan.

Peluang rendahnya pendapatan petani non gurem cenderung lebih besar pada petani yang berpendidikan rendah, jenis pengairan lahan non irigasi, tidak mengunakan pupuk, lahan pertaniannya terserang hama, sarana/alat pertanian tradisional, tidak mengikuti bimbingan dan penyuluhan, dan tidak menjual hasil panennya. Sementara peluang rendahnya pendapatan petani non gurem cenderung lebih kecil pada yang luas lahannya di bawah rata-rata.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI