DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Pemasaran Kedelai (Glycine max) di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:ABDUR RAHIM
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-09-28


ABDUR RAHIM. Analisis Pemasaran Kedelai (Glycine max) di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, dibimbing oleh H. M. Husaini dan Mira Yulianti.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran kedelai, besarnya biaya, margin, farmer’s share, tingkat efisiensi serta keuntungan yang diterima produsen atau petani yang ada di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.Penelitian ini dimulai dari bulan Agustus 2018 sampai dengan Desember 2019.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran komoditas kedelai yang ada di Kecamatan Karang Intan memiliki dua pola yaitu saluran pemasaran I (petani - pedagang tengkulak - pabrik pengolahan tahu dan tempe) yang diikuti petani sebanyak 70%. Saluran pemasaran II (petani - pedagang tengkulak - pedagang pengecer - konsumen akhir) sebanyak 30%. Biaya pemasaran yang tertinggi diantara dua saluran adalah biaya pada saluran II yaitu sebesar Rp 169,56/kg. Margin terbesar pada saluran II yaitu sebesar Rp 1.680/kg. Keuntungan yang diterima terbesar berada pada saluran II yaitu sebesar Rp 1.510,44/kg,  farmer’s share petani tertinggi terdapat pada saluran I yaitu sebesar 73,33%. Saluran distribusi yang efisien adalah pada saluran II karena keuntungannya merata kepada seluruh pihak yang terlibat.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI