DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH VARIASI SUHU TERHADAP HASIL PYROLYSIS TEMPURUNG KELAPA DAN KAYU LAMTORO
PENGARANG:Anjasmara Edytia Aribangun
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-10-02


Seringkali biomassa belum dapat dipergunakan dengan maksimal untuk meningkatkan nilai keekonomiannya sebelum dilakukan proses lanjut/daur ulang. Metode yang bisa digunakan untuk  memaksimalkan yaitu salah satunya adalah metode pirolisis yaitu dengan perlakuan panas ke bahan organik untuk mengekstrak menjadi bio-oil dan mendapatkan hasil arang sisa pembakaran. Adapun Pengujian proximate dan ultimate pada bahan tempurung kelapa didapatkan hasil Total Moisture 9.81%, Residual Moisture 9,32%, Volatile Metter 70,74%, Ash 0,99%, Sulfur 0,21%, Sedangkan kayu lamtoro Total Moisture 12,13%, Residual Moisture 11,53%, Volatile Metter 70,51%, Ash 1,27%, Sulfur 0,22%. Pada percobaan ini membandingkan variasi bahan tempurung kelapa dan kayu lamtoro. Pada kesembilan percobaan ini menunjukan variasi bahan yang menghasilkan cair/bio oil paling banyak adalah pada variasi tempurung kelapa 150 gram dengan suhu 500oC menghasilkan cair/bio oil sebanyak 53 ml, dan yang paling sedikit  menghasilkan cair/bio oil adalah pada variasi Kayu lamtoro 150 gram dengan suhu 300oC menghasilkan cair/bio oil sebanyak 25 ml. Variasi bahan yang menghasilkan arang paling banyak adalah pada variasi kayu lamtoro 150 gram dengan suhu 300oC menghasilkan arang sebanyak 67 gram, dan yang paling sedikit  menghasilkan arang adalah pada variasi tempurung kelapa 150 gram dengan suhu 500oC menghasilkan cair/bio oil sebanyak 36 gram. Analisa GC-MS digunakan untuk mengetahui senyawa kimia yang ada dibio-oil, Hasil Pengujian GC-MS menunjukkan bahwa komponen kimia bio-oil tempurung kelapa dan kayu lamtoro pada suhu 300, 400 dan 500 oC dengan hasil analisa GC-MS terdapat komponen kimia yang di dominasi oleh acetic acid, 2-propanone, 2-furancar, 2,3-butanedione dan phenol.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI