DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KETERBACAAN TEKS PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA SMP KELAS IX TERBITAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
PENGARANG:ALFANIDA MAGHFIRAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-10-27


ABSTRAK

Maghfirah, Alfanida. 2020. Keterbacaan Teks pada Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas IX  Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. FKIP ULM Banjarmasin. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Fatah Yasin, M.Pd., (II) Dr. Zakiah Agus Kusasi, M.Pd.

 

Kata kunci: keterbacaan, grafik raygor, teks kebahasaan

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterbacaan teks kebahasaan pada buku teks Bahasa Indonesia terbitan Kemendikbud RI serta kesesuaian buku teks dengan kemampuan peserta didik kelas 9J MTsN 2 Kota Banjarmasin memahami teks yang dibaca. Penelitian ini diharapkan menjadi pertimbangan dalam perbaikan teks yang akan dimasukkan ke dalam buku teks.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskripsi analisis yang bertujuan memberikan gambaran terhadap tingkat keterbacaan teks pada buku teks, serta kesesuaiannya terhadap peserta didik. Analisis data dilakukan dengan memplotkan penggalan teks ke dalam grafik raygor. Sumber data dari Penelitian ini adalah seluruh teks kebahasaan yang ada pada buku teks dan teks hasil menceritkan ulang oleh peserta didik.

Berdasarkan hasil Penelitian      yang telah dilakukan untuk setiap teks kebahasaan yang ada, tiga dari empat teks memiliki keterbacaan lebih tinggi, yaitu  teks pertama, kedua, dan keempat. Peringkat dari teks tersebut adalah 10,11, dan 12. Berdasarkan hasil perbandingan antara tingkat keterbacaan teks dengan tingkat keterbacaan teks hasil menceritakan kembali peserta didik, wacana pertama tergolong mudah dilihat dari jumlah teks peserta didik yang memiliki tingkat keterbacaan sama dengan teks yaitu ada 9 teks dari total 21 teks, 9 teks dengan tingkat keterbacaan lebih tinggi, 3 teks berperingkat 7 dan 8.Wacana kedua masuk kategori sulit. Hanya ada 7 teks peserta didik dengan peringkat keterbacaan sama dengan teks di buku, 4 teks berperingkat lebih rendah, 7 teks berperingkat lebih tinggi, dan 8 teks tidak valid dari total 26 teks yang ada. Wacana ketiga masuk kategori sulit dilihat dari jumlah teks peserta didik yang memiliki tingkat keterbacaan lebih rendah dari teks yaitu 8 teks dari total 20 teks dan 6 teks yang tidak mencukupi seratus kata. Wacana keempat berperingkat 10,11, dan 12. Berdasarkan hasil perbandingan antara tingkat keterbacaan teks dengan tingkat keterbacaan teks hasil menceritakan kembali peserta didik, wacana keempat tergolong sulit karena ada sembilan teks memiliki tingkat keterbacaan lebih tinggi dibanding kelas peserta didik.

Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas IX  Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memerlukan beberapa penyesuaian. Penyesuaian dapat dilakukan dengan cara mengganti kata sulit dnegan kata yang lebih mudah atau dengan cara menyesuaikan jumlah kalimat dengan kemampuan peserta didik sasaran.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI