DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KAWASAN TUNGKU NAGA DI SAKKOK, SINGKAWANG (DRAGON KILN HERITAGE SITE) | |
| PENGARANG | : | FLORENSITA MELLY MUSPITA SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-11-02 |
Kawasan Sakkok di Singkawang dikenal sebagai penghasil keramik tradisional cina.
Keramik-keramik tersebut dihasilkan melalui proses pembakaran pada sebuah tungku
pembakaran tertutup yang disebut dengan Tungku Naga. Tungku Naga merupakan hasil
teknologi dan budaya yang dibawa para imigran cina daratan, Tungku Naga yang masih aktif
digunakan saat ini hanya tersisa di Singapura dan Sakkok Singkawang. Kota Singkawang
berstatus sebagai Kota Pusaka Indonesia, sehingga kota ini diwajibkan untuk memberdayakan
pusaka-pusakanya. Hal ini didukung oleh warga Kota Singkawang, salah satunya adalah
pengrajin-pengrajin di Kawasan Tungku Naga. Sehingga permasalahan arsitektur yang
diangkat dalam perancangan ini adalah ”Bagaimana rancangan kawasan Tungku Naga yang
memaksimalkan potensi Cultural Heritage (Pusaka Budaya) dalam rangka melestarikan
Tungku Naga dan Industri Keramik Tradisional Cina?”. Untuk menyelesaikan permasalahan
tersebut adapun metode yang akan digunakan adalah Revitalisation Thinking. Revitalisation
Thinking merupakan suatu metode penyelesaian masalah berbasis pada revitalisasi yang akan
dilakukan secara bertahap, untuk memaksimalkan rancangan desain. Adapun konsep yang
digunakan adalah Cultural Heritage Tourism yang edukatif, rekreatif dan berkelanjutan agar
kawasan Tungku Naga yang mampu memaksimalkan potensi Cultural Heritage (Pusaka
Budaya) melalui pengembangan potensi pariwisata dalam rangka melestarikan Tungku Naga
dan Industri Keramik Tradisional Cina di Singkawang, Indonesia dan Asia Tenggara.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI