DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Bokashi Limbah Bunga Jantan Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame
PENGARANG:HAIRULLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-11-03


Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan cukup luas sehingga menghasilkan limbah berupa bunga jantan yang cukup banyak. Bunga jantan kelapa sawit selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, namun berpotensi untuk dijadikan sebagai pupuk organik atau bokashi karena mengandung unsur hara yang kemudian mampu menunjang pertumbuhan pada tanaman dan menyuburkan tanah (Hamidiyanto, 2012). Produksi kedelai edamame di Kalimantan Selatan masih minim sehingga perlu ditingkatkan salah satunya dengan penggunaan pupuk bokashi. Pemanfaatan limbah bunga jantan kelapa sawit menjadi bokashi diharapkan mampu meningkatkan jumlah pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Pelaksanaan penelitiandari bulan Februari-Mei 2020 di Lahan sekitar rumah kaca Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat dan Laboratorium Pengujian Komoditi dan Lingkungan Balai Riset dan Standardisasi Industri (BARISTAND) Banjarbaru. Rancangan pada penelitian ini berupa rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yakni pemberian bokashi limbah bunga jantan kelapa sawit dengan dosis berbeda, yaitu K1 = 160 gram bokashi, K2 = 180 gram bokashi dan K3 = 200 gram bokashi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bokashi limbah bunga jantan kelapa sawit pada perlakuan K2 180 gram bokashi dan K3 200 gram bokashi memberi pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun serta jumlah polong pada tanaman edamame, tetapi tidak memberi pengaruh nyata pada berat kering 100 biji. Dosis bokashi terbaik pada hasil dan pertumbuhan tanaman edamame ialah perlakuan K2 = 180 gram.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI