DIGITAL LIBRARY



JUDUL:TRADISI MAPACCI DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT BUGIS DI DESA HILIR MUARA KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KABUPATEN KOTABARU PADA TAHUN 1996-2006.
PENGARANG:SELVIA IRMA OCTAVIANA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-11-08


Selvia Irma Octaviana, 2019. Tradisi Mapacci dalam Adat Pernikahan Masyarakat Bugis di Desa Hilir Muara Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru Pada Tahun 1996-2006. 

(Pembimbing I Drs. Rusdi Effendi, M.Pd dan Pembimbing II Mansyur, S.Pd.,M.Hum )

Kata Kunci : Tradisi Mapacci, Adat Pernikahan, Masyarakat Bugis. 

Penelitian mengkaji tentang latar belakang  dan tata cara prosesi mapacci yang ada di dalam lingkungan masyarakat Bugis pada tahun 1996-2006. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis serta perkembangan tradisi mapacci dalam adat pernikahan masyarakat Bugis di Desa Hilir Muara Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. 

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan langkah-langkah yaitu, heuristk,kritik,interpretasi, dan historiografi. Sumber data pada penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun beberapa informan dalam tahap penelitian ini yaitu budayawan dan tokoh masyarakat. 

Pernikahan dalam tradisi masyarakat Bugis harus melewati proses yang cukup panjang untuk sampai dihari pernikahan. Dimulai dari lamaran hingga syukuran pengantin harus melaksanakan prosesi adat yang sudah diwariskan oleh nenek moyang. Salah satu tradisi yang sangat sakral yang harus dilalui calon Pengantin Bugis adalah tradisi mapacci. Tradisi mapacci adalah sebuah upacara yang dilaksanakan di malam hari sebelum akad nikah dan memiliki makna simbolis di setiap perlengkapan dan tata cara pelaksanaannya. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tradisi mapacci dalam adat pernikahan masyarakat Bugis di Desa Hilir Muara pada tahun 1996 sampai 2006  terdapat sedikit perubahan dalam tata cara prosesinya dan lebih menyederhanakan prosesinya.

Tradisi mapacci merupakan tradisi yang sangat sakral dan harus dilakukan dalam pernikahan adat masyarakat bugis sebagai sennu-sennuremg ri deceng yang arti sebagai harapan akan kebaikan. Upacara mapacci memiliki makna disetiap tata cara dan peralatan yang digunakan. Masyarakan Bugis Desa Hilir Muara masih berlangsung dengan baik. Tradisi mapacci masih berkembang hingga kini dengan mengikuti perubahan zaman tanpa mengurangi makna.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI