DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MUSEUM PERGERAKAN KEBANGSAAN KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD FEBRIA FITRAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-11-09 |
Museum Pergerakkan Kebangsaan Kalimantan Selatan (Kalsel) adalah sebuah wadah edukasi sejarah perjuangan rakyat Kalsel dalam menghadapi penjajahan Hindia Belanda (1901-1942). Masa ini dikenal dengan Masa “Pergerakkan Kebangsaan Rakyat Kalsel”. Permasalahan perancangan museum ini adalah bagaimana rancangan sebuah museum yang bisa memunculkan ingatan kembali tentang semangat perjuangan rakyat Kalsel pada masa Pergerakkan Kebangsaan hingga mampu menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air bagi para pengunjung museum. Metode Perancangan museum ini menggunakan pendekatan Analogi Dramaturgi. Dalam Analogi Dramaturgi, Arsitek diibaratkan sebagai sutradara dalam sebuah pentas. “Sejarah Pergerakkan Kebangsaan” akan menjadi skrip cerita yang akan dipentaskan. “lingkungan binaan” diibaratkan sebagai pentas panggung. manusia diibaratkan sebagai pemeran dalam sebuah pentas. Sedangkan media-media display di dalam museumdiibaratkan sebagai peralatan yang menunjang pagelaran panggung tersebut. Konsep program perancangan museum ini adalah Feeling Of Space, yaitu sebuah konsep ruang yang bercerita tentang pergerakkan rakyat Kalsel melawan penjajahan melalui Ruang, sehingga mampu memunculkan rasa semangat nasionalisme dan cinta tanah air bagi para pengunjung museum. Konsep Feeling of Space ini diterapkan melalui elemen-elemen dasar Arsitektur untuk menunjang pembentuk ruang dalam Museum.
Kata Kunci : museum, pergerakkan,nasionalisme, cinta tanah air , Feeling Of Space,Drama
ABSTRACT
The Museum of National Movement of South Kalimantan (South Kalimantan) is an educational container for the history of the struggle of the people of South Kalimantan in the face of the Dutch East Indies occupation (1901-1942). This period is known as the "Movement of South Kalimantan People's Nationality". The problem with the design of this museum is how the design of a museum can bring back memories of the spirit of the struggle of the people of South Kalimantan during the National Movement to be able to foster a sense of nationalism and patriotism for museum visitors. The design method of this museum uses the Dramaturgy Analogy approach. In Dramaturgi Analogy, the Architect is likened to a director in a stage. "History of National Movement" will be a story script that will be staged. "Built environment" is like a stage performance. humans are likened to being cast in a stage. While the display media in the museum is likened to equipment that supports the stage performances. The concept of this museum design program is Feeling Of Space, which is a space concept that tells the story of the movement of South Kalimantan against colonialism through Space, so as to be able to bring a sense of nationalism and love of the homeland for museum visitors. The concept of Feeling of Space is applied through the basic elements of Architecture to support the forming of space in the Museum.
Keywords: Museum, emotions, communication, Feeling,Drama
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI