DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Evaluasi Kinerja dan Kesesuaian Rice Transplanter Bagi Petani Pada Berbagai Jenis Lahan Sawah di Kalimantan Selatan (Studi Kasus) | |
| PENGARANG | : | RABIATUL MUNAWARAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-11-11 |
Pindah tanam merupakan salah satu proses usaha tani yang memerlukan jumlah tenaga yang besar dan akan berdampak pada biaya produksi. Rice transplanter merupakan teknologi yang dibuat untuk memudahkan petani pada proses pindah tanam dengan mengefisienkan waktu dan juga jumlah tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan tingkat kesesuaian rice transplanter pada berbagai jenis lahan sawah di Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan pada lahan sawah irigasi di Desa Sungai Raya Selatan, lahan sawah tadah hujan di Desa Guntung Ujung, lahan sawah pasang surut di Desa Batalas dan lahan sawah rawa lebak di Kelurahan Guntung Payung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan teknik percobaan. Parameter yang diuji adalah efesiensi kerja, jumlah lubang terisi, keseragaman bibit tegak dan tingkat kesesuaian rice transplanter bagi petani. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata efesiensi kerja rice transplanter pada setiap jenis lahan adalah diatas 50%. Efisiensi kerja tertinggi hingga terendah yakni pada lahan sawah rawa lebak dangkal 62,311%, lahan sawah pasang surut tipe C 59,014%, lahan sawah irigasi 55,209% dan lahan sawah tadah hujan 51,849%. Rata-rata efektivitas penanaman menunjukkan presentase jumlah lubang terisi pada setiap jenis lahan diatas 70%. Presentase tertinggi pada lahan sawah rawa lebak dangkal sebanyak 94,53%. Lalu pada lahan sawah pasang surut tipe C 93,25%. Lahan sawah tadah hujan 80,91% dan lahan sawah irigasi 74,75%. Sedangkan presentase keseragaman penancapan bibit tegak pada setiap jenis lahan dalam lubang terisi diatas 80%. Yakni yang tertinggi pada lahan sawah pasang surut tipe C 98,38%. Lahan sawah irigasi 93,84%. Lahan sawah rawa lebak dangkal 89,63%. Lahan sawah tadah hujan 89,48%. Tingkat kesesuaian rice transplanter bagi petani berdasarkan aspek musim tanam, varietas padi, jarak tanam, sosial budaya, keuntungan relatif dan kerumitan pada setiap jenis lahan sawah berada pada kategori sedang, kecuali lahan sawah irigasi yang berada dalam kategori tinggi. Hal ini menggambarkan bahwa adopsi teknologi mesin rice transplanter oleh petani di Kalimantan Selatan adalah memungkinkan sekalipun memiliki beberapa faktor pembatas pada setiap aspeknya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI