DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Standar Pelayanan Minimal Pengolahan Air Limbah Domestik pada Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD NABIL NURDEA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-11-12 |
Kelurahan Guntung Paikat merupakan salah satu kelurahan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Suatu wilayah dengan kepadatan yang tinggi akan berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan pada wilayah tersebut. Selain itu pada kawasan pemukiman padat penduduk dengan keadaan sanitasi yang belum memenuhi persyaratan teknis dapat menyebabkan adanya potensi pencemaran air limbah yang masuk melalui resapan tanah sehingga tanah maupun air tanah menjadi tercemar. Berdasarkan dokumen Strategi Sanitasi Kota pada tahun 2016 Kelurahan Guntung Paikat termasuk dalam kawasan resiko tinggi air limbah. Oleh karena itu, Kelurahan Guntung Paikat harus memberlakukan aturan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pengolahan air limbah domestik kepada masyarakat. Standar Pelayanan Minimal (SPM) dibidang pengolahan air limbah domestik merupakan usaha dari Kementerian Pekerjaan Umum dalam mengatur ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar bidang sanitasi yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. Tujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi pengolahan air limbah domestikdan menggambarkan pola pengelolaan air limbah domestik dengan keterkaitan faktor pendapatan masyarakat dan status pendidikan masyarakat terhadap penggunaan pengolahan air limbah domestik yang digunakan masyarakat. Metode Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer berupa kondisi eksisting yang dilakukan observasi secara langsung berupa pengecekan area lokasi, melakukan survey dengan memberikan kuesioner dan wawancara kepada masyarakat di Kelurahan Guntung Paikat. Pada penelitian ini masyarakat Kelurahan Guntung Paikat mengunakan pengolahan air limbah domestik 31% untuk pemakai akses aman, 61% pemakai akses dasar, dan 5% masih berstatus BABS. Pada data yang didapat, penggunaan akses aman pada pengolahan air limbah domestik di Kelurahan Guntung Paikat tidak dipengaruhi oleh status ekonomi dan Pendidikan. Berdasarkan data tersebut perlu adanya upaya pemerintah menyadarkan dan membantu masyarakat dalam pentingnya pengolahan air limbah domestik akses aman di wilayah perkotaan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI