DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | SINTESIS BIOKOMPOSIT MAGNETIK NANOPARTIKEL SERAT SEKAM PADI-AMPAS TEBU DAN UJI PERFORMA MENJERAP ION Pb(II) DAN KONTAMINAN AIR PADA LIMBAH CAIR SASIRANGAN | |
| PENGARANG | : | YUNIZA SHENTIYA DEWI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-02-04 |
Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah penghasil padi yang cukup besar dan secara tidak langsung menghasilkan limbah berupa sekam padi. Selama ini sekam padi tidak dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu perlu inovasi untuk meningkatkan nilai guna dengan memanfaatkan material sebagai salah satu bahan baku pembuatan biokomposit magnetik nanopartikel. Ampas tebu (bagasse) juga mempunyai potensi yang sama sebagai sumber serat. Serat yang mengandung selulosa berpotensi sebagai matrik penyusun pada biokomposit magnetik nanopartikel. Material biokomposit yang dihasilkan mempunyai struktur kombinasi antara 2 serat yaitu serat sekam padi (SP-D) dan serat ampas tebu (ST-D) yang digunakan sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah optimasi komposisi 2 serat penyusun biokomposit yang ditinjau dari kandungan magnetik nanopartikel, gugus fungsi, dan kristalinitas dari biokomposit. Selain itu, mengevalusi kemampuan biokomposit sebagai adsorben untuk menyerap ion timbal (Pb(II)), Total Suspended Solid (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD) dan zat warna pada limbah cair sasirangan melalui proses adsorpsi, serta menentukan kapasitas adsorpsi maksimum ion Pb(II) dan pendekatan isoterm adsorpsi yang terjadi.
Biokomposit dihasilkan melalui proses solvothermal dalam reaktor Teflon stainless steel autoclave pada suhu 200 oC selama 6 jam.Sekam padi dan ampas tebu, masing-masing (40% v/v) didelignifikasi dengan perendaman 1% NaOH pada suhu 80 oC selama 2 jam, dilanjutkan pencucian sampai pH filtrat netral untuk mendapatkan serat selulosa. Serat yang dihasilkan berupa serat sekam padi (SP-D) dan serat ampas tebu (ST-D) sebagai bahan baku dalam pembuatan biokomposit magnetik nanopartikel dengan penambahan ethylene glycol, besi(III) chloride, sodium asetat anhidrat dan hexanediamine sebagai sumber amine grup. Pada proses ini akan dibuat 2 jenis adsorben, yaitu biokomposit magnetik nanopartikel tanpa amine grup (BSPT-M) dan dengan amine grup (BSPT-MH).Modifikasi permukaan biokomposit dengan penambahan amine grup dengan variasi (5, 7, 9) mL. Sumber pembentukan magnetik pada biokomposit adalah besi(III) chloride.
Berdasarkan analisis Field Emission Electron Microscope (FE-SEM), magnetik nanopartikel terbentuk pada permukaan serat. Analisis X-Ray Difraction (XRD) menunjukkan peningkatan Crystalinity Index (CrI) sekam padi dan ampas tebu setelah proses delignifikasi masing-masing sebesar 36,75% dan 90,32%. Fourier Transform Infra Red (FT-IR) spectofotometr menunjukkan ikatan Fe-O pada Fe3O4 terdeteksi pada peak 580 cm-1 dan peak 1640 cm-1 terdeteksi N–H bending vibration. Kandungan Fe dan amine grup tertinggi pada komposisi serat 1:1 (BSPT-1:1) dengan nilai 2,64 mmol/g. Kondisi optimum proses adsorpsi ion Pb(II) adsorben BSPT-M pada pH 5 dan BSPT-1:1 pada pH 7 selama 240 menit dengan kapasitas adsorpsi masing-masing sebesar 586,74 mg/g dan 611,28 mg/g dengan model kesetimbangan adsorpsi langmuir untuk BSPT-M dan Freundlich pada BSPT-1:1. Efektifitas penurunan TSS sebesar 92,36% dan 95,59% untuk BSPT-M dan BSPT-1:1, sedangkan penurunan COD dan zat warna untuk BSPT-M dan BSPT-1:1 masing-masing sebesar 20,70%, 67,69% 82,58% dan 89,03%. Reusability biokomposit untuk proses yang sama menunjukkan nilai yang cukup baik dengan 3 kali pengulangan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI