DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRUKTUR BIAYA DAN KEUNTUNGAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA BATU TUNGKU KECAMATAN PANYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT | |
| PENGARANG | : | ABDUR ROHIM | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-02-04 |
ABDUR ROHIM. Struktur Biaya dan Keuntungan Usahatani Jagung Hibrida di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut, dibimbing oleh Ibu Rifiana dan Ibu Hj. Dewi Nuri Yanti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktrur biaya, penerimaan dan keuntungan dari usahatani jagung hibrida Di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel petani adalah menggunakan metode proportional stratified random sampling yaitu dari 197 populasi petani yang berusahatani jagung hibrida dikelompokkan dalam tiga kategori luas lahan yaitu sempit (≤ 1 ha), sedang (≥2 ha sampai dengan <4 ha) dan luas (≥4 ha sampai dengan ≤5 ha). Dari ketiga kategori tersebut, diambil 60 orang secara proporsional dengan rincian kategori luas lahan sempit 9 orang, sedang 33 orang dan luas 18 orang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan dengan rumus penyusutan alat, biaya tetap, biaya variabel, biaya total yang selanjtnya dibuatakan struktur biaya dan terakhir dengan rumus penerimaan dan keuntungan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui struktur biaya usahatani jagung hibrida di Desa Batu Tungku terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Rincian per usahataninya untuk rata-rata biaya tetap yang dikeluarkan sebesar 5,26% yang terdiri dari dari: pajak lahan (0,04%), sewa lahan (4,44%), penyusutan alat (0,78%), kemudian biaya variabel sebesar 94,74% yang terdiri dari: benih (7,92%), sewa alsintan (6,60%), tenaga kerja (35,74%), kapur (0,10%) pupuk (36,47%), obat-obatan (4,53%), dan perlengkapan (3,37%). Sehingga rata-rata biaya variabel lebih besar dibandingkan dengan rata-rata biaya tetap yang dikeluarkan dengan perbandingan 19:1 dari rata-rata biaya total yang dikeluarkan.
Rata-rata penerimaan usahatani yang diterima petani jagung hibrida Rp42.399.167/usahatani (Rp14.876.901/ha) dengan rata-rata biaya total yang dikeluarkan Rp34.405.588/usahatani (Rp12.072.136/ha), sehingga rata-rata keuntungan yang diperoleh petani masing-masing sebesar Rp7.993.578/usahatani (Rp2.804.764/ha).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI