DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Regenerasi Alamiah dan Tingkat Keberhasilan Revegetasi Lahan Pasca Tambang Batubara (Studi Kasus: Kawasan Revegetasi Perusahaan Daerah Baramarta Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan) | |
| PENGARANG | : | AKHMAD SUGIAN NOOR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-02-04 |
Revegetasi lahan pasca tambang dapat membantu proses suksesi di lahan pasca tambang. Keberhasilan revegetasi dapat dinilai salah satunya melalui penambahan jenis secara alami pada kawasan revegetasi. Tujuan Penelitian ini adalah (1) menganalisis regenerasi alamiah yang terjadi pada beberapa tingkat umur revegetasi lahan pasca tambang batubara,(2) menganalisis struktur dan komposisi vegetasi antara beberapa tingkat umur revegetasi,dan (3) menganalisis perbandingan komposisi dan struktur vegetasi antara beberapa tingkatan umur revegetasi dengan hutan sekunder di sekitar kawasan tambang. Penelitian dilakukan di lahan revegetasi pasca tambang batubara Perusahaan Daerah Baramarta Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode plot bersarang dengan membuat 6 plot berukuran 20m × 20m. Data yang dikumpulkan adalah jumlah jenis, jumlah individu dan diameter tiang dan pohon. Analisis data menggunakan matrik tabulasi dan Indeks Nilai Penting.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis tumbuhan di areal revegetasi, 8 jenis tumbuhan alami, 2 jenis tanaman pokok dan 1 jenis tanaman sisipan. Regenerasi dari vegetasi alami hanya ditemukan di tingkat semai dan pancang. Struktur vegetasi tingkat semai dan pancang pada hampir semua umur tanaman revegetasi didominasi oleh kanidai laki (Leea indica), sedangkan tingkat tiang dan pohon didominasi oleh sengon (Paraserianthes falcataria). Komposisi jenis vegetasi di hutan sekunder terdiri dari 15 jenis pohon dan permudaan. Dua jenis dari vegetasi hutan sekunder yang mampu tumbuh di areal revegetasi, yaitu jenis kanidai laki (Leea indica) dan binjai hutan (Mangifera caesia). Nilai diversitas vegetasi hutan sekunder untuk tingkat pohon tergolong sedang, nilai diversitas tanaman revegetasi untuk tingkat pohon tergolong rendah, dan nilai diversitas hutan sekunder dan areal revegetasi untuk tingkat tiang, pancang, dan semai juga tergolong rendah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI