DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | . Analisis Komparatif Pelaksanaan Kombinasi Model Group Investigation (GI) dan Numbered head together (NHT) yang dilenkapi dengan Snowball Throwing dan Talking Stick pada Muatan IPA di Sekolah Dasar. | |
| PENGARANG | : | RUSAINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-02-23 |
Rusaini. 2020. Analisis Komparatif Pelaksanaan Kombinasi Model Group Investigation (GI) dan Numbered head together (NHT) yang dilenkapi dengan Snowball Throwing dan Talking Stick pada Muatan IPA di Sekolah Dasar. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. H. Ahmad Muhyani Rizalie, M.Si.
Kata Kunci:Analisis Komparatif, Group Investigation (GI), Numbered Head Together (NHT), Snowball Throwing, Talking Stick
Permasalahan dalam penelitian ini adalah berdasarkan studi pendahuluan skripsi 1 oleh Normatiara(20120) dan skripsi 2 oleh Hariati(2020) disimpulkan bahwa kedua skripsi telah menerapkan kombinasi model Group Investigation (GI) Numbered Head Together (NHT)dilengkapi dengan model Snowball Throwing dan Talking Stick berhasil meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar pada dua buah hasil penelitian tindakan kelas yang menggunakan model yang mirip.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu analisis data individual dan analisis data lintas individual.
Melalui penelitian ini, diperoleh temuan berikut. Pada aktivitas guru: (a) Penggunaan kombinasi model yang sangat baik menuntut siswa untuk dapat lebih aktif di kelas. (b) Kegiatan pembelajaran lebih bermakna karena siswa dibagi dalam kelompok yang heterogen sehingga terjadi interaksi antar siswa untuk berbagi pengetahuan. (c) Siswa sangat baik dalam melakukan kerja kelompok dengan melakukan investigasi. (d) Siswa mencatat hasil diskusi dari kelompok lain sehingga lebih dapat memahami lagi tentang materi yang telah dipelajari. (e) Siswa dapat memecahkan masalah yang diberikan dengan sangat baik. Pada hasil belajar: (a) Peningkatan hasil belajar kognitif disebabkan karena guru lebih memusatkan materi pembelajaran sehingga siswa dapat lebih menguasai materi pembelajaran. (b) Kegiatan pembelajaran lebih bermakna karena siswa dibagi dalam kelompok yang heterogen sehingga terjadi interaksi antar siswa untuk berbagi pengetahuan. (c) Siswa sangat baik dalam melakukan kerja kelompok dengan melakukan investigasi. (d) Guru melakukan evaluasi di akhir kegiatan pembelajaran. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan skripsi 1 oleh Normatiara dalam aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa lebih baik dibandingkan hasil penelitian skripsi 2 oleh Hariati. Hal ini disebabkan perbedaan perolehan skor dan klasikal dari kedua buah skripsi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI