DIGITAL LIBRARY
 | JUDUL | : | PERAN USAHA INDUSTRI TEMPE DALAM PENGEMBANGAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNTUNG PAIKAT KECAMATAN BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU |
| PENGARANG | : | RESYA SAVITRI |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT |
| TANGGAL | : | 2021-02-23 |
|
Di KelurahanGuntung Paikat pada dasarnya berbentuk usaha rumah tangga, dengan pekerja sekitar 1-4 orang. Dimana pekerja tersebut berasal dari anggota keluarga maupun memperkerjakan orang luar atau warga sekitar didekat tempat tinggal mereka. Dengan keberadaan banyaknya pengusaha tempe, berdampak padapenyerapan tenaga kerja di Kelurahan Guntung Paikat. Tujuan penelitian ini, mengetahui peranusaha industri tempe dalampengembangan sosial ekonomi di Kelurahan Guntung Paikat, serta mengetahui faktor penghambat dalam pengembangan sosial ekonomi di Kelurahan Guntung Paikat. Untuk lokasi penelitian dipilih secara sengaja(purposive). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dengan metode penarikan contoh menggunakan proportionate stratified random sampling dandiperoleh 11 orang pengusaha tempe sebagai responden penelitian. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian adalah secara deskriptif kualitatif. Dimana penulis memaparkan semua data yang diperoleh mengenai kondisi usaha industri tempe di Kelurahan Guntung Paikat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1. Peran usaha industri tempe dalam pengembangan sosial ekonomi masyarakat yang meliputi: Pekerjaan masyarakat: industri rumah tangga tempe mampu membuka lapangan kerja serta menarik tenaga kerja, baik dari anggota keluarga maupun memperkerjakan orang luar dari anggota keluarga, yang mampu mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan di Kelurahan Guntung Paikat. Pendapatan masyarakat: pendapatan masyarakat mengalami peningkatan sesudah menjadi pekerja pada industri tempe dan Taraf pendidikan masyarakat: karena terjadinya peningkatan pendapatan maka tingkat pendidikan masyarakat ikut meningkat, sebab mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. 2. Faktor penghambat usaha industri tempe dalam pengembangan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Guntung Paikat, meliputi: harga bahan baku kacang kedelai yang tinggi, keterbatasan modal, sarana dan prasarana alat produksi yang tradisional, serta kendala dari faktor cuaca yang kurang baik sehingga kualitas tempe menjadi menurun.
|
Berkas PDF
File secara keseluruhan dapat di unduh
DISINI