DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS (MENCAMPUR WARNA ) MENGGUNAKAN MODEL PRAKTEK LANGSUNG KOMBINASI DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA ANAK KELOMPOK A DI TAMAN KANAK-KANAK AMALIA BANJARMASIN
PENGARANG:YENNI SIHWEDAR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-03-01


ABSTRAK

 

 

 

Yenni Sihwedar, 2018. Upaya Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Menggunakan Model Praktek Langsung Kombinasi dengan Numbered Heads Together Mencampur Warna pada Anak Kelompok A di Taman Kanak-Kanak Amalia Banjarmasin”. Skripsi S1 PG-PAUD Unlam Banjarmasin. Pembimbing Dr. Sulistiyana, S.Pd.,M.Pd.    

 

Kata Kunci :         Motorik Halus, Praktek Langsung, Numbered Heads Together, Mencampur Warna.

 

 

 

Penelitian ini mempunyai latar belakang rendahnya kemampuan motorik halus pada anak khususnya mencampur warna. Dari 16 anak ada 10 anak yang belum berkembang. Ini dikarenakan metode yang digunakan kurang tepat dalam pembelajaran dan kurangnya motivasi yang diberikan guru terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil  kemampuan belajar anak.

 

Aspek kemampuan motorik halus menggunakan model praktek langsung kombinasi dengan numbered heads together mencampur warna pada anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak Amalia Banjarmasin.

 

Penelitian ini dilaksanakan pada anak kelompok 0A di Taman Kanak-Kanak Amalia Banjarmasin. Terdapat 16 orang anak dalam penelitian ini. Terdiri dari 7 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus I dengan 2 kali pertemuan dan siklus II dengan 1 kali pertemuan setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator keberhasilan aktivitas guru mencapai skor 37 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas anak secara rata-rata kelas mencapai skor dengan kategori sangat aktif dan secara klasikal minimal 80% anak memperoleh bintang tiga              ( *** ).

Hasil penelitian pada setiap pertemuan selalu meningkat. Aktivitas guru pada siklus 1 mendapatkan skor 31 dengan kriteria ‘baik’ dan meningkat pada siklus 2 mendapatkan skor 37 dengan kriteria ‘sangat baik’. Hasil aktivitas anak pada siklus 1 secara rata-rata kelas memperoleh kriteria ‘cukup aktif’ dan meningkat pada siklus 2 memperoleh kriteria ‘sangat aktif’. Sedangkan untuk hasil perkembangan aspek fisik motorik halus anak pada siklus 1 secara individual 12 anak mendapat bintang satu ( * ) atau Belum Berkembang (BB) dan 4 anak mendapat bintang dua (  **  ) atau Mulai Berkembang (MB) sedangkan secara klasikal mencapai presentasi 75%. Kemudian meningkat pada siklus 2 secara individual ada 13 anak mendapat bintang tiga ( *** ) atau Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 4 anak mendapat bintang empat ( **** ) atau Berkembang Sangat Baik (BSB) sedangkan secara klasikal memperoleh presentase 81,25%.

Kesimpulannya bahwa melalui model praktek langsung kombinasi dengan numbered heads together dapat meningkatkan perkembangan anak pada aspek motorik halus dalam mencampur warna dan koordinasi pada anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak Amalia Banjarmasin terlihat dari aktivitas guru, aktivitas anak  dan hasil belajar anak yang meningkat setiap siklusnya. Maka disarankan kepada guru untuk mengembangkan aspek motorik dalam mecampur warna melalui kombinasi dengan numbered heads together.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI