DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PERAN APARAT DESA DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (STUDI PADA PENGELOLAAN DANA DESA SUNGAI ASAM KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR)
PENGARANG:Dedi Nurmadi
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-05-11


ABSTRAK

 

Pemberian Dana Desa merupakan wujud dari pemenuhan hak desa untuk menyelenggarakan otonominya agar tumbuh dan berkembang mengikuti pertumbuhan dari desa itu sendiri berdasarkan keanekaragaman,partisipasi, otonomi asli,demokratisasi, pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan peran Pemerintah Desa dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Peran Aparat Desa Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa (Studi pada Pengelolaan Dana Desa Sungai Asam di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar) menguraikan tentang peran aparat desa dalam hal ini adalah Kepala Desa dan para aparat desanya dalam upaya mengelolaProgram Dana Desa di Desa Sungai Asam serta kendala-kendala apa saja dalam hal pengelolaan Dana Desa di Desa Sungai Asam pada Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.

Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi dengan subjek penelitian adalah Kepala Desa dan aparatnya serta warga masyarakat penerima kegiatan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data interaktif yang terdiri dari tiga tahap yakni reduksi, penyajian data dan penarikan sebuah konklusi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Aparat Desa Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa (Studi pada Pengelolaan Dana Desa Sungai Asam di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar)sudah cukup baik dengan beberapa catatan yang perlu diperbaiki dalam hal kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dirasa masih perlu adanya perbaikan, khususnya dari peningkatan kapasitas aparat dan masyarakat selaku subyek ataupun obyek kegiatan pemberdayaan. Sedangkan kendala-kendala yang dihadapi yaitu : sikap masyarakat yang masih sangat tradisional, adanya suatu prasangka yang buruk terhadap hal-hal baru atau asing,  mempertahankan suatu adat atau kebiasaan yang dibawa sejak kecil atau yang sudah turun-temurun, minimnya Dana Desa yang diberikan Pemerintah dan pembagiannya yang terlalu banyak administrasi, masih adanya masyarakat yang lebih mementingkan pekerjaannya daripada mengikuti kegiatan pemberdayaan, rendahnya pendidikan aparat Desa Sungai Asam, sehingga pemahaman pelaksana mengenai Dana Desa masih kurang, waktu pencairan Dana Desasering terlambat dari Pemerintah Pusat, masih rendahnya bimbingan dan arahan dari Pemerintah Kecamatan terkait pengelolaan Dana Desa, kondisi geografis yang sulit, dan masih minimnya pelatihan untuk aparatur desa terkait pengelolaan dana desa.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI