DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Pemberian Takaran Kapur Dolomit dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai Edamame (Glycine Max (L.) Merrill) dan Sifat Kimia Tanah di Lahan Rawa Lebak | |
| PENGARANG | : | ANA FAJRIATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-05-20 |
Kedelai edamame (Glycine max (L.) Merril) tergolong kedalam tanaman yang dapat dikonsumsi dalam kondisi segar. Kedelai edamame sangat baik untuk dikonsumsi karena mengandung zat anti kolesterol (Ramadhani et. al, 2009).Lahan rawa lebak adalah lahan pertanian yang baik untuk dikembangkan. Pengapuran perlu dilakukan agar lahan dapat ditanami kedelai. Menurut Barchia, (2009) pemberian kapur telah diketahui dapat meningkatkan pH pada tanah, meningkatkan kejenuhan basa, ketersediaan Ca, Mg, dan menurunkan Al-dd. Jarak tanam yang diatur memiliki tujuan agar kompetisi antar tanaman berkurang dan kompetisi untuk mendapatkan unsur hara juga berkurang (Gardner et. al, 1991).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi penggunaan jarak tanam dengan pemberian takaran kapur, pengaruh mandiri jarak tanam dan dosis kapur dan penggunaan jarak tanam dan dosis kapur yang optimum terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan tanaman kedelai edamame pada lahan rawa lebak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengap Faktorial (RALF) 2 faktor yaitu jarak tanam j1: 15x15 cm, j2: 15x20 cm, j3: 15x25 cm dan kapur k0: 0 ton.ha-1, k1: 2 ton.ha-1, k2: 4 ton.ha-1 yang diulang 3 kali, sehingga ada 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jarak tanam dengan kapur berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada 4 dan 5 MST, perubahan P-tsd dan perubahan Al-dd. Penggunaan jarak tanam dengan jarak 15 x 25 cm dikombinasikan dengan kapur takaran 4 t.ha-1 lebih tinggi hasilnya dibandingkan dengan kombinasi lainnya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI