DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Studi Perbandingan Nilai Koefisien Permeabilitas Tanah Mineral dan Tanah Organik akibat Pengaruh Temperatur Tanah Berdasarkan Hasil Uji Konsolidasi di Laboratorium | |
| PENGARANG | : | TRINANDA HUWAIDA RAMADHANTY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-06-03 |
Selain memiliki daya dukung yang rendah, lahan gambut di Kalimantan Selatan rentan mengalami kebakaran pada musim kemarau. Kebakaran yang sering terjadi pada musim kemarau menyebabkan temperatur tanah di sekitar lahan meningkat. Rambatan panas pada tanah diperkirakan dapat mempengaruhi koefisien permeabilitas tanah, yang merupakan salah satu faktor dari perilaku penurunan konsolidasi tanah.Penelitian sebelumnya terhadap tanah mineral menunjukkan bahwa koefisien permeabilitas tanah cenderung meningkat dengan meningkatnya temperatur.
Mengingat posisi lahan gambut di Kalimantan Selatan yang berada di sisi jalan raya, untuk membandingkan penelitian tersebut dilakukan pengujian konsolidasi dengan pengaruh temperatur panas terhadap tanah organik dalam beberapa variasi temperatur di bawah 100°C yaitu 22°C, 40°C, 60°C, 70°C, dan 85°C. Pengujian ini dilakukan dengan memodifikasi sel konsolidasi yaitu dipasang elemen panas yang terhubung alat pengatur temperatur. Setelah melakukan pengujian, dilakukan analisis perbandingan terhadap sampel tanah organik yang diuji dengan tanah mineral dari penelitian sebelumnya.
Berdasarkan pengujian tersebut, diperoleh analisis data berupa grafik yang menunjukkan perubahan parameter konsolidasi tanah organik akibat dipengaruhi temperatur panas. Diketahui bahwa angka pori (e), koefisien perubahan volume (mv), maupun koefisien permeabilitas (k) sampel tanah organik cenderung meningkat dengan meningkatnya temperature. Sementara itu, diketahui bahwa koefisien permeabilitas tanah organik cenderung lebih besar daripada tanah mineral.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI