DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | TUGAS AKHIR EVALUASI PENJADWALAN MENGGUNAKAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD DAN PERCEPATAN MENGGUNAKAN CRASH PROGRAM (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jembatan Aranio Kabupaten Banjar) | |
| PENGARANG | : | FEBRIANI INANG ANARLI - 833 | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-06-17 |
EVALUASI PENJADWALAN MENGGUNAKAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD DAN PERCEPATAN MENGGUNAKAN CRASH PROGRAM
(STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR)
Febriani Inang Anarli, Candra Yuliana, S.T., M.T.
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani Km. 35,8 Kalimantan Selatan, Indonesia
Telp. (0511) 47738568-4781730 Fax.(0511) 4781730
Email: febrianiinangjmt@gmail.com
ABSTRAK
Percepatan pada suatu proyek dilakukan untuk menghindari keterlambatan atau untuk memperbaiki keterlambatan yang sudah terjadi akibat ketidaksesuai perencanaan awal dan kondisi nyata di lapangan. Pada proyek jembatan Aranio telah terjadi keterlambatan. Pembangunan jembatan Aranio di minggu ke-13 ditargetkan mencapai 15,99% namun yang terealisasi dilapangan hanya sebesar 13,38% sehingga terjadi deviasi penyimpangan sebesar 2,61 %. Hal ini diperkirakan terjadi akibat longsornya alat pancang bor pile pada saat proses pemancangan yang membutuhkan waktu agar bisa digunakan kembali. Selain itu keterlambatan ini juga terjadi diakibatkan oleh pandemi covid-19 yang sedang terjadi saat ini.
Tugas akhir ini memiliki tujuan untuk menganalisis jadwal rencana awal dengan menggunakan aplikasi Microsoft Office Project 2016 untuk mengetahui pekerjaan terlambat atau tidak. Setelah dilakukan analisis dengan Microsft Project 2016 maupun dengan cara manual didapatkan bahwa, proyek mengalami keterlambatan selama 14 hari , sehingga perlu dilakukan usaha percepatan pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis. Pada Tugas Akhir ini ada dua metode alternatif yang akan dianalis yaitu dengan penambahan jam lembur dan penambahan tenaga kerja. Metode yang paling efisien dan ekonomis akan diterapkan untuk mengatasi keterlambatan.
Setelah dilakukan analisis didapatkan dengan penambahan jam kerja lembur selama 3 jam memerlukan total biaya sebesar Rp 33.347.548.281,06 sudah termasuk dengan denda selama 11 hari dengan durasi percepatan selama 207 hari kalender.Sedangkan percepatan proyek dengan menggunakan penambahan jumlah tenaga kerja mampu mengembalikan durasi pada durasi normal yaitu 196 hari dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang pekerja dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 32.975.868.733,00. Selisih biaya percepatan sebesar Rp 371.679.548,06. Dapat ditarik kesimpulan bahwa metode percepatan yang dengan penambahan 1 tenaga kerja adalah metode yang paling efisien dan ekonomis untuk mengatasi keterlambatan pada proyek pembangunan Jembatan Aranio
Kata kunci: keterlambatan proyek, crashing, penambahan tenaga kerja, penambahan waktu lembur,jembatan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI