DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Partisipasi Masyarakat Dalam Keberlanjutan Program Kotaku Di Kampung Biru Kota Banjarmasin
PENGARANG:MUHAMMAD HAFIZH HAMBALI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-06-18


ABSTRAK

Muhammad Hafizh Hambali, 1710411310022, Partisipasi Masyarakat Dalam Keberlanjutan Program Kotaku Di Kampung Biru Kota Banjarmasin. Dibawah bimbingan Nurul Azkar.

            Program kotaku pada tahun 2016-2018 telah dilaksanakan di Kampung Biru Kelurahan Melayu merupakan kegiatan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan partisipasi masyarakat dalam mempertahankan keberlanjutan program dan penelitian ini bertujuan mengetahui partisipasi masyarakat dan faktor-faktor yang dapat menghambat partisipasi masyarakat pada keberlanjutan Program Kotaku di Kampung Biru Kota Banjarmasin.

            Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskreptif kualitatif, Informan dalam penelitian ini adalah Bidang Kawasan Permukiman Di Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarmasin, Koordiator kotakuKota Banjarmasin, Badan Keswadayaan Masyarakat dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data dan menggambarkan kesimpulan.

            Hasil penelitian tentang partisipasi masyarakat dalam keberlanjutan Kotaku di Kampung Biru dianalisis menggunakan tiga tingkatan partisipasi Arnstein (dalam Levi, 2012). Hasil analisis partisipasi masyarakat yang rendah pada jalan lingkungan dan pengelolaan persampahan berada di tingkatan partnership. Sedangkan partisipasi masyarakat yang tinggi pada bangunan hunian dan pengamanan kebakaran berada di tingkatan citizen power. Dalam pengukuran partisipasi masyarakat yang sedang, hanya sebagian kegiatan saja yang mereka jalankan seperti memahami program dan mengikuti rembuk musyawarah. Adapun faktor yang menjadi faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam keberlanjutan program Kotaku, yaitu inisiatif masyarakat yang rendah, sulit merubah kebiasaan, lingkungan bantaran sungai, dan koordinasi BKM dan masyarakat yang terhambat.

            Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan yaitu pola pikir masyarakat tradisional yang ada di Kampung Biru haruslah mempunyai inisiatif tinggi untuk mengelola dan  menjaga kebersihan lingkungan menjaga kampung mereka sendiri serta meningkatkan peran BKM agar masyarakat bisa lebih terarah dalam keberlanjutan program Kotaku dan adanya perawatan fasilitas yang dipantau secara berkala.

Kata Kunci: Partisipasi, Keberlanjutan, Program Kotaku

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI