DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2019
PENGARANG:DANDI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-06-25


Dandi (2021). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Kondisi Financial Distress Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019. Pembimbing: Achmad Suhaili, SE, M.Si, Ak, CA

Penelitian ini dilakukan untuk (1) menguji dan menganalisis pengaruh return on asset (ROA) terhadap kinerja financial distress; (2) menguji dan menganalisis pengaruh current ratio (CR) terhadap financial distress; (3) menguji dan menganalisis pengaruh sales growth (SG) terhadap financial distress; (4) menguji dan menganalisis pengaruh debt to equity ratio (DER) terhadap financial distress; (4) menguji dan menganalisis pengaruh total asset turn over (TATO) terhadap financial distress.

Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang berusaha mencari hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, diperoleh sampel 12 perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017-2019. Data diolah dan diuji dengan analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) return on asset (ROA) berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress. Hal ini menunjukan semakin tinggi return on asset maka semakin tinggi kemungkinan perusahaan mengalami financial distress, Karenakan beberapa sampel perusahaan yang memiliki tingkat ROA yang tinggi dibandingkan periode sebelumnya namun mengalami penurunan pada periode berikutnya. (2) Current ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap financial distress. Hal ini disebabkan karena beberapa perusahaan dari sampel penelitian yang memiliki tingkat current ratio rendah tidak masuk kedalam kondisi financial distress sedangkan perusahaan yang memiliki current ratio yang tinggi masuk kedalam kondisi financial distress. (3) Sales growth (SG) berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. jika tingkat penjualan lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya dan nilai penjualan tersebut lebih kecil dari pada biaya maka akan mengakibatkan tingkat laba yang diperoleh perusahaan mengalami penurunan sehingga mengalami kondisi financial distress. (4) Debt to equity ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap financial distress, karena sampel perusahaan yang termasuk kategori financial distress memiliki lebih banyak modal daripada utang yang berarti perusahaan tersebut dapat mengelola pembiayaan dan pengeluaran dalam pengoperasian perusahaan. (5) Total asset turn over (TATO) berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, karena semakin tidak efektifnya perusahaan memanfaatkan aset yang dimiliki untuk menciptakan penjualan maka semakin menurun tingkat penjualan yang dapat diciptakan dan berakibat perusahaan mengalami penurunan dalam memperoleh laba bahkan memiliki kemungkinan mengalami kerugian semakin besar.

Kata kunci: Return on Asset, Current Ratio, Sales Growth, Debt to Equity Ratio,Total Asset Turnover,  Financial Distress.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI