DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN ANTARA SUHU, KELEMBABAN, CURAH HUJAN DAN KECEPATAN ANGIN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (Studi ekologi analisis menurut waktu (time trend ecological study) di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Kotabaru Tahun 2015-2019)
PENGARANG:MARCSELINO PRADAYUNA MAMBANG - 1040
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-06-25


Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu permasalahan penyakit menular di dunia. Kasus DBD di Indonesia dari tahun 2015-2019 tercatat bahwa pada tahun 2019 angka kesakitan tertinggi dengan IR=51,53% dan CFR=0,67%. Sedangkan di Kalimantan Selatan memiliki perbandingan di setiap wilayahnya terkhususnya di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Kotabaru. Pada Kota Banjarbaru angka kesakitan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan IR=267,07% dan angka kematian tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan CFR=1,69%. Kemudian di Kabupaten Kotabaru angka kesakitan tertinggi terjadi pada tahun 2016 dengan IR=87,62% dan angka kematian tertinggi terjadi pada tahun 2016 dengan CFR=1,11%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suhu, kelembaban, curah hujan dan kecepatan angin dengan kejadian demam berdarah dengue antara Kota Banjarbaru dan Kabupaten Kotabaru. Metode penelitian yang digunakan adalah studi ekologi menurut waktu (ecological time trend study). Teknik analisa yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji korelasi dan analisis regresi linier multivariat. Hasil penelitian bivariat menunjukan bahwa di Kota Banjarbaru terdapat hubungan antara suhu (p-value=0,010; r=-0,334), kecepatan angin (p-value=0,001; r=-0,479), curah hujan (p-value=0,001; r=0,522) dengan kejadian DBD. Sedangkan di Kabupaten Kotabaru tidak terdapat hubungan antara variasi iklim dengan kejadian DBD.  Hasil analisis multivariat menunjukan curah hujan dan kecepatan angin mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian DBD (p-value=0,001; R2=46,8%) pada wilayah Kota Banjarbaru. Sedangkan pada wilayah Kabupaten Kotabaru hasil menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara variasi iklim dengan kejadian DBD. 

Katakunci:      Suhu, kelembaban, curah hujan, kecepatan angin, dan kejadian demam berdarah dengue

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI