DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMITASI PERILAKU YOUTUBER DALAM INTERAKSI REMAJA PADA SISWA SMP NEGERI 3 MARTAPURA | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RENALDY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-07-14 |
Media sosial saat ini dapat memepengaruhi aspek kehidupan, salah satu platformmedia populer yaitu YouTube yang mudah diakses termasuk usia remaja. Memasuki usia remaja awal rasa ingin tahu semakin besar dan YouTube manjadi platform untuk mencari informasi. Sebagaimana sebuah media dalam YouTube terdapat eksistensi objek idola yang disebut Youtuber untuk ditiru para remaja. Diantaranya para siswa SMPN 3 Martapura, yang memasuki usia remaja awal tentu saja rasa ingin tau dan akal mereka mulai berkembang serta YouTube menjadi platform untuk menemukan informasi dan menirunya. Dengan tujuan (1) Menemukan proses imitasi pada remaja yang menonton Youtuber oleh siswa SMPN3 Martapura.(2) Menemukanbentuk imitasi pada Youtuber dalam interaksi sosial yang terjadi pada siswa SMPN 3 Martapura.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Sumber data dipilih secara snowball sampling degan informan berjumlah 7 siswa dan seorang guru. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi baik langsung atau daring. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, hingga menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses terjadinya imitasi pada Youtuber berawal dari aksebilitas yang mudah. Seperti, sistem YouTube itu sendiri dan lalu lingkungan pergaulannya. Dapat dilihat dari proses yang terbagi empat tahap yaitu atensional, memperhatikan Youtubers, retensi yaitu menyimpan apa yang ditonton, pembentukan perilakudi mana perlahan imitasi menjadi perilaku dalam lingkungannya dan motivisional, adanya motif melakukan perilaku yang diimitasi dalam pergaulanya. (2) Imitasi dilakukan berbentuk copying behavior dilihat dari 2 bentuk komunikasi. Pertama verbal berupa kata-kata baik dari mulut atau berbentuk tulisan secara primer (langsung) atau sekunder (daring). Kedua Non-verbal yaitu berupa simbol yang dapat mengambarkan hal milik para Youtuber yaitu berupa bisa aksesoris fisik, digital atau juga gestur tambahan yang dilihat pada bentuk bentuk interaksi sosial siswa.
Berdasarkan hal tersebut disarankan secara umum imitasi memiliki dampak positif dan negatif. Pihak masyarakatlah yang menentukan apa yang diimitasi bisa sesuai, diterima apa tidak. Lebih lanjut imitasi pada remaja implementasinya secara akdemik bisa menjadi bagian proses belajar mengajar atau secara individu menjadi pondasi dalam pergaulan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI