DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Penjadwalan Ulang Menggunakan Metode PDM (Precedence Diagram Method) dan Mitigasi (Studi Kasus Proyek Pembangunan Rumah Susun BBPJN XI/PJN I Kalimantan)
PENGARANG:YAYUK CAHYANINGSIH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-07-15


 

ABSTRAK

 

Pembangunan rumah susun yang direncanakan oleh kementrian PUPR di Kota Banjarbaru memiliki tinggi 8 lantai dengan 92 unit rumah tipe 45. Dalam pelaksanaan pembangunannya pada minggu ke – 6 mengalami perbedaan antara perencanaan (Kurva-S) dengan realisasi kemajuan pekerjaan. Rencana kemajuan pekerjaan pada minggu ke – 6 sebesar 3,990% namun realisasi kemajuan pekerjaan hanya sebesar 0,190% yang berarti terdapat deviasi keterlambatan sebesar 2,912%. Keterlambatan tersebut terjadi pada pekerjaan struktur non standar karena adanya pergantian bentuk tiang pancang yang semula berbentuk spun pile diganti menjadi berbentuk segiempat. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan penjadwalan ulang menggunakan Precedence Diagram Method (PDM) pada pekerjaan struktur persiapan, pekerjaan struktur standar dan pekerjaan struktur non standar. Setelah dilakukan penjadwalan akan dilakukan percepatan dengan crash program agar durasi penyelesaian proyek dapat kembali seperti rencana.

 

Hasil penjadwalan menggunakan PDM dengan durasi normal didapatkan bahwa durasi penyelesaian proyek pada pekerjaan yang ditinjau adalah selama 130 hari. Sedangkan hasil dari penjadwalan ulang menggunakan PDM dengan durasi sisa pada minggu ke – 6 didapat durasi penyelesaian proyek selama 163 hari. Sehingga durasi penyelesaian proyek terjadi keterlamabtan selama 30 hari. Untuk itu perlu dilakukan crash program agar durasi penyelesaian proyek sesuai dengan durasi penyelesaian rencana. Crash program dilakukan dengan penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja.

Setelah dilakukan analisis crash program dengan penambahan jam kerja (lembur) sampai dengan 4 jam didapatkan bahwa penambahan jam kerja (lembur) yang efisien adalah selama 2 jam  dengan durasi penyelesaian selama 130 hari dan kenaikan biaya crash sebesar Rp. 7.852.647,69. Sedangkan crash program dengan penambahan tenaga kerja sampai dengan 3 orang didapatkan bahwa penambahan tenaga kerja yang efisien adalah dengan menambahkan 3 orang dengan durasi penyelesaian proyek selama 130 hari dan biaya crash sebesar Rp. 8.280.000. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa crash program yang paling efisien adalah penambahan jam kerja (lembur) selama 2 jam dengan durasi penyelesain proyek dapat kembali sesuai durasi penyelesaian rencana selama 130 hari dan biaya kenaikan crash sebesar Rp. 7.852.647,69.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI