DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN (TKR) SMKN 2 BARABAI TAHUN PELAJARAN 2016/2017
PENGARANG:MUHAMMAD SAPRUDDIN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-07-15


Salah Satu tujuan pembelajaran matematika yang ditegaskan dalam kurikulum nasional baik KTSP maupun Kurnas 2013 yaitu siswa mampu mengkomunikasikan gagasan atau ide dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas suatu keadaan atau masalah. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sebuah kemampuan, salah satu yang diperlukan yaitu kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan hasil ulangan harian matematika, ternyata masih banyak siswa yang belum memenuhi nilai KKM, rata rata nilai KKM mata pelajaran matematika siswa adalah 64. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika kelas X, kebanyakan siswa masih merasa kesulitan dalam menuliskan permasalahan yang diberikan ke dalam bahasa matematika, seperti menerjemahkan ke dalam bentuk simbol, tabel, grafik dan kemampuan dasar  matematika yang masih lemah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMKN 2 Barabai dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Writetahun pelajaran 2016/2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berkenaan dengan penelitian ini, peneliti mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis yaitu kemampuan tata bahasa, kemampuan memahami wacana, kemampuan sosiolinguistik, dan kemampuan strategis. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XA Teknik Kendaraan Ringan SMKN 2 Barabai Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 36 siswa yang terdiri dari 35 laki-laki dan 1 perempuan.Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XA Teknik Kendaraan Ringan SMKN 2 Barabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tata bahasa ada mengalami penurunan yang banyak pada pertemuan keempat salah satu pengaruhnya materi yang diajarkan memerlukan pemahaman dan ketelitian untuk membedakan dengan materi dipertemuan ketiga. Kemampuan memahami wacana selalu berada pada kategori kurang pada setiap pertemuannya, hal ini bisa disebabkan salah satunya karena kesungguhan siswa dalam membaca dan memahami suatu permasalahan. Kemampuan strategis mengalami penurunan yang banyak juga dipertemuan keempat, pada pertemuan ini kebanyakan siswa sudah salah dalam menerjemahkan permasalahan yang diberikan sehingga dalam urutan pengerjaannya ikut salah. Kemampuan sosiolinguistik kebanyakan siswa salah dalam menentukan daerah hasil dari grafiknya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI