DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MELANGSIR BAHAN BAKAR MINYAK OLEH KELOMPOK PELANGSIR SEBAGAI MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT MUARA TEWEH | |
| PENGARANG | : | EDWIN RIONALDY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-07-16 |
Edwin Rionaldy, 2021. Melangsir Bahan Bakar Minyak Oleh Kelompok Pelangsir Sebagai Mata Pencaharian Masyarakat Muara Teweh. Tesis Program Studi PendidikanIlmu Pengetahuan Sosial, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (I) Prof. Dr. H.Rizali Hadi, MM (II) Prof. Dr. Bambang Subiyakto, M. Hum.
Kata kunci: Tindakan Melangsir, Fungsi Kelompok Pelangsir, Dampak Melangsir.
Maraknya melangsir sebagai alternatif pekerjaan yang menguntungkan ini dilakukan masyarakat Muara Teweh menengah ke bawah. Melangsir dilakukan karena kurangnya lapangan pekerjaan sehingga masyarakat sebagai mata pencaharian. Pekerjaan ini bagi sebagian masyarakat Muara Teweh hanya dijadikan pekerjaan sampingan karena penghasilan dari pekerjaan utama tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan tindakan pelangsir BBM; (2) mendeskripsikan fungsi kelompok masyarakat pelangsiran BBM; (3) menganalisis akibat yang diterima atau dialami oleh pelangsir dengan adanya aktivitas pelangsiran. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Kesimpulan penelitian adalah: (1) Pekerjaan Sampingan, kedua memanfaatkan keadaan tempat tinggal, memberikan keuntungan yang banyak dan modal yang sedikit, apalagi BBM sudah sebagai kebutuhan sehari-hari (2) Fungsi kelompok pelangsir diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu fungsi kelompok bagi individu sebagai sarana menjalin hubungan sosial dan fungsi kelompok bagi masyarakat sebagai pengawasan sosial (3) Dampak postif yaitu bagi masyarakat yang jauh mempermudah penyaluran BBM ke desa, membuka lapangan pekerjaan baru. Dampak negatif yaitu bagi para pelangsir itu sendiri seperti persaingan sesama pelangsir, konflik sesama pelangsir dan masyarakat umum yang sedang mengantri BBM di SPBU, kerugian pelangsir dirazia, bayar denda, dan penyitaan barang.
Saran dari penelitian ini adalah (1) Pemerintah harusnya memperbanyak jumlah SPBU mengadakan pelatihan kerja dan memeberikan pelatihan keahlian baru bagi para pelangsir yang tidak memiliki keterampilan; (2) Para pelangsir seharusnya mengikuti aturan yang dibuat menggunakan jalur pengisian yang sudah dikhususkan untuk melangsir; (3) Masyarakat umum yang melakukan pengisian BBM di SPBU supaya bisa toleransi dengan para pelangsir dalam mengantri BBM yang membawa kendaraan lebih dari dua karena pelangsir tidak memiliki keahlian demi memenuhi keperluan hidup sehari-hari.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI