DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGEMBANGAN MODEL DINAMIS KETERSEDIAAN BERAS DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
PENGARANG:DWI AYU CAHYANTI
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2018-02-20


 Beras merupakan salah satu komoditi pangan yang memiliki arti
penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan keberadaannya
sebagai makanan pokok bagi hampir seluruh rakyat Indonesia. Hampir 97 %
penduduk Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi untuk mengkonsumsi
beras sebagai makanan pokok utama. Ketersediaan bahan pangan terutama (beras)
dalam negeri yang belum mencukupi dapat menjadi masalah nasional bagi Negara
Indonesia. Oleh karena itu usahatani padi dituntut agar mampu menyediakan
beras untuk memenuhi permintaan yang ada khususnya dalam negeri.  
Pengelolaan beras yang baik dalam suatu daerah akan berpengaruh pada
ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk . Salah satu
faktor penting yang berpengaruh pada sistem penyediaan beras adalah sistem
produksi, yang meliputi ketersediaan lahan untuk produksi padi. Seiring dengan
bertambahnya populasi di Kebupaten Hulu Sungai Selatan, maka bertambah pula
pembangunan infrastruktur yang membutuhkan lahan. Sehingga di sebagian
daerah terjadi alih fungsi lahan pertanian ke sektor non-pertanian.  Jika situasi ini
berlanjut, maka daerah Hulu Sungai Selatan akan mengalami kekurangan beras
pada tahun-tahun berikutnya.  Maka dibutuhkan kebijakan yang tepat dari
pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk menghasilkan kebijakan
yang tepat, dapat dilakukan salah satunya dengan cara mengembangkan model
dinamis pada ketersediaan beras. Tujuan penelitian ini adalah memodelkan sistem
persediaan beras Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan pendekatan sistem
iv
 
dinamik,  mensimulasikan permasalahan persediaan beras dengan menggunakan
variabel-variabel yang telah di dapat, Dan, menguji validitas model persediaan
menggunakan uji Mean Absolute Percentage Error (MAPE).  
Hasil prediksi tingkat ketersediaan kebutuhan beras Kabupaten Hulu
Sungai Selatan   2017-2021 cukup fluktuatif. Hasil prediksi tahun 2017 sebesar
62.546.469,38 kg/tahun, 2018 sebesar 62.512.727,95 kg/tahun, tahun 2019 
62.588.791,20 kg/tahun, tahun 2020 62.775.812,01 kg/tahun, dan pada tahun 2021
sebesar 63.075.461,60 kg/tahun. 
Dari hasil prediksi ketersediaan kebutuhan beras maka kebijakan yang
dapat diterapkan sebagai alternatif strategi penyediaan beras adalah BULOG dapat
mengatur posisi strok pada saat surplus untuk dijadikan cadangan pada saat posisi
stok mengalami defisit sewaktu-waktu dengan cara menampung beras baru dari
petani dan menyalurkan beras di gudang ke pasar sehingga kondisi beras di
gudang dalam keadaan beras baru yang akan memperpanjang umur simpan.
Pengembangan model penyediaan beras diperlukan sebagai salah satu alat
pendukung pengambil keputusan dalam mengembangkan kebijakan untuk
menjamin ketersediaan beras di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
 
 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI