DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MOTIVASI BELAJAR ANAK JALANAN DI KELAS KHUSUS (SEKOLAH BAWANG) PASAR LIMA BANJARMASIN
PENGARANG:REZLATUL MAIDA
PENERBIT:FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TANGGAL:2018-02-20


Kata Kunci: Motivasi Belajar, Anak Jalanan


Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan
perjuangan bangsa Indonesia di masa depan, tentunya dengan memiliki kualitas
hidup dan Sumber Daya Manusia yang baik.Namun pada kenyataannya
pendidikan pada saat ini khususnya di Indonesia itu sendiri sangat
memprihatinkan, dimana mutu pendidikan kita saat ini mengalami ketertinggalan
baik itu pendidikan formal maupun informal. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk
mendeskripsikan gambaran karakteristik anak jalanan di Kelas Khusus (Sekolah
Bawang). (2) Untuk mengetahui motivasi anak jalanan belajar di Kelas Khusus
(Sekolah Bawang).
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Sumber data dipilih secara
Purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan cara wawancara mendalam terhadap informan dan dokumentasi.
Selanjutnya analisis data dilakukan dengan reduksi data,
display data, dan
penarikan kesimpulan (
verification).
Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Karakteristik anak jalanan
merupakan anak-anak dibawah umur berusia 12 hingga 15 tahun dan memiliki
latar belakang pekerjaan yang berbeda seperti penjual koran, kuli angkut,
pemulung, pengamen, pedagang asongan maupun menjadi penjual kue keliling.(2)
Motivasi anak jalanan bersekolah di Sekolah Bawang Pasar Lima Banjarmasin
tidak terlepas dari faktor yang mendukung atau mempengaruhi. Faktor-faktor
tersebut terbagi atas dua macam, yakni faktor eksternal dan faktor internal. Faktor
eksternal yang dimaksud seperti ajakan teman yang sudah terlebih dahulu
bersekolah di Sekolah Bawang dan Lingkungan. Motivasi belajar anak jalanan
yaitu sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kualitas hidup mereka dimasa
mendatang atau dimasa depan.(3) anak jalanan masuk dalam kategori
children on
the street
, anak jalanan yang tinggal bersama orang tuanya dan senantiasa pulang
kerumah, anak jalanan yang sekolah di kelas khusus menghabiskan waktunya di
jalan tidak lebih dari 10 jam, selebihnya waktu mereka di habiskan di rumah
bersama keluarganya.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar para anak jalanan
hendaknya dapat lebih giat dalam belajar maupun bekerja agar dimasa depan
mendapatkan kesuksesan seperti yang diharapkan. Pihak sekolah hendaknya
memberikan perhatian khusus terutama pada masalah perekonomian yang terjadi
pada siswa-siswi dan memberikan keterampilan khusus agar mereka bisa
memiliki suatu keahlian yang berbeda dari pada anak-anak lain seusianya. Peran
pemerintah juga harus andil dalam mensejahterakan serta menjamin pendidikan
bagi anak-anak di Indonesia khususnya anak jalanan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI