DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PROGRAM S1 PENDIDIKAN BIOLOGI MELALUI PENYELESAIAN MASALAH LINGKUNGAN
PENGARANG:NUZULIA SANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2018-02-20


Kata Kunci: Kemampuan berpikir kritis, elemen bernalar, standar intelektual
bernalar
, penyelesaian masalah.


Kemampuan berpikir kritis penting dimiliki setiap lulusan pendidikan tinggi.
Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik
Indonesia bervariasi, ada yang berada pada kategori tinggi, sedang, dan rendah.
Oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis dalam
suatu forum, yaitu mahasiswa program S1 Pendidikan Biologi yang telah
mengikuti mata kuliah Pengetahuan Lingkungan, dengan harapan dapat menjadi
acuan dalam desain perangkat pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan
berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis dapat diidentifikasi dengan baik
melalui pemberian masalah. Penelitian ini menggunakan masalah lingkungan
mengingat manusia dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan dengan tujuan
menjelaskan kategori kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui penyelesaian
masalah lingkungan dan mendeskripsikan setiap kategori tersebut. Data
dikumpulkan melalui pemberian tugas tertulis dan wawancara. Tugas tertulis
berisi butir soal yang memuat elemen bernalar. Setiap elemen bernalar dinilai
menggunakan metode skor yang mengacu pada standar intelektual bernalar.
Wawancara yang dilakukan menanyakan kembali pertanyaan pada tugas tertulis.
Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, yaitu mendeskripsikan
data dengan cara mengorganisirnya dalam bentuk rata-rata, persentase, dan
modus. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa
pada kategori tinggi sebesar 13,64%, kategori sedang sebesar 65,91%, dan
kategori rendah sebesar 20,45%. Mahasiswa kategori tinggi adalah mampu
menyelesaikan masalah lingkungan, dimana elemen bernalarnya memenuhi semua
standar intelektual bernalar, kecuali elemen bernalar asumsi belum memenuhi
standar ketelitian. Mahasiswa kategori sedang adalah cukup mampu
menyelesaikan masalah lingkungan, dimana elemen bernalarnya memenuhi
hampir semua standar intelektual bernalar. Standar yang biasanya belum dipenuhi
adalah ketelitian dan kedalaman. Mahasiswa kategori rendah adalah kurang
mampu menyelesaikan masalah lingkungan, dimana elemen bernalarnya
memenuhi standar intelektual bernalar yang lebih sedikit. Standar yang biasanya
belum dipenuhi adalah ketelitian, kedalaman, dan keluasan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI