DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH MEDIA BONEKA BAUDU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWUDHU PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS VII SMPLB PELAIHARI | |
| PENGARANG | : | SUGIANOR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2018-02-20 |
Anak tunagrahita ringan kelas VII SMPLB pelaihari tidak mampu
melaksanakan wudhu dengan tertib, ketidak tertib tersebut seperti (1) ketingalan
membasuh dari anggota wudhu (2) tidak tersusun anggota wudhu yang dibasuh
sesuai dengan tuntunan wudhu (3) tidak sampainya mengalirkan air ke anggota
wudu yang sudah ditentukan. Ketidak tertiban tata cara berwudhu dapat diatasi
dengan pengunaan media boneka baudu dalam pembelajaran praktik berwudhu.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh media boneka
baudu dalam meningkatkan kemampuan berwudhu anak tunagrahita ringan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media boneka baudu dalam
meningkatkan kemampuan berwudhu pada anak tungrahita ringan.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Pendekatan kuantitatif dan
metode penelitian pra-eksprement dengan jenis one group pretest-post tes. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes perbuatan (praktik) data hasil
penelitian dianalisis dengan mengunakan statistik deskriptif dalam bentuk
persentasi kemudian disajikan dalam bentuk diagram batang. untuk mengetahui
pengaruh media boneka baudu dalam meningkatkan kemampuan berwudhu
mengunakan rumu rata-rata atau mean data tunggal.
Skor Pre test kemampuan berwudhu anak tunagrahita ringan kelas VII
SMPLB Pelaihari sebelum diberikan treatment dengan media boneka baudu,
subyek Abdul gani rahman nilai 40, Dika candra jaya 60, Edu berliyawan 50 dan
Rosmila 40 sedangkan kriteria ketuntasan yang diterapkan sekolah 100, ke empat
anak tersebut termasuk dalam kategori tidak tuntas. Skor post tes kemampuan
berwudhu anak tunagrahita ringan kelas VII SMPLB Pelaihai setelah diberikan
treatmen dengan media boneka baudu, Abdul gani rahman pada tes awal
mendapatkan nilai 100, dika candra jaya 100, edu berliyawan 100 dan Rosmila
100. Dari hasil skor post tes semua anak termasuk kategori tuntas dengan niali
rata-rata atau mean 100. Beberapa rekomendasi yang penulis sampaikan, antara
lain:1) Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran hendaknya melakukan
perencanaan tentang kebutuhan media yang efektif, sesuai sesuai dengan
kebutuhan dan karakteristik anak 2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat
menindaklanjuti hasil penelitian ini dengan mengkaji lebih dalam lagi tentang
media boneka baudu.
Kata Kunci: Anak Tunagrahita Ringan, Boneka Baudu, Kemampuan berwudhu.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI