DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Ekstraksi Silika dengan Gelombang Mikro dari Lumpur Pengolahan Air
PENGARANG:NOR HIDAYATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-09-03


Penelitian ini menyajikan karakterisasi lumpur pengolahan air (LPA) yang merupakan hasil samping proses pengolahan air bersih dari unit clarifierinstalasi pengolahan air (IPA) serta serangkaian proses ekstraksi silika dengan metode microwave-assisted leaching dari berbagai variasi. LPA-IPA terbentuk dari proses pengendapan partikel padat dalam air yang telah diberi koagulan seperti poli aluminium klorida. Berdasarkan literatur LPA masih banyak mengandung silika. Penggunaan metode microwave-assisted leaching dalam ekstraksi silika dapat memberikan efisiensi reaksi yang lebih tinggi dibandingkan metode ekstraksi silika melalui pemanasan konvensional.LPA yang digunakan berasal dari unit clarifier Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik LPA-IPA sebelum dan setelah proses kalsinasi dan mempelajari pengaruh microwave power, konsentrasi pelarut basa NaOH dan suhusebagai fungsi waktu terhadap silika yang dihasilkan.

Penelitian ini diawali dengan membersihkan LPA-IPA serta melakukan penggerusan dan pengayakan LPA-IPA menjadi serbuk, LPA dikalsinasi pada suhu 700 ºC selama 120 menit. Selanjutnyadilakukan proses  ekstraksi LPA dengan microwave-assisted melalui variasi microwave power (484 W, 506 W dan 528 W) dan penggunaan microwave powersebesar 473 W pada variasi konsentrasi dan variasi suhu, konsentrasi pelarut basa NaOH (4, 6, 10 dan 12 mol/L) dan suhu (30, 50, 70 dan 90 ºC) dalam waktu (5, 10, 15, 20, 25, 30, 40, 50, dan 60 menit). Analisis silika dilakukan dengan menggunakan uji XRF, SEM-EDX, XRD, FTIR dan spektrofotometer UV-Vis.

Adapun hasil karakterisasi analisis XRFmenunjukkan senyawa utama penyusun LPA-IPA berupa SiO2, Al2O3 dan Fe2O3 dengan komposisi masing-masing 44,6 %; 25,85% dan 23%. Hasil analisis SEM-EDX menunjukkan senyawa utama penyusun LPA-IPA berupa SiO2, Al2O3 dan Fe dengan komposisi masing-masing 23,97%; 15,49% dan 7,79%. Hasil analis XRD menunjukkan senyawa dominan yang terdapat pada LPA-IPA berupa kuarsa (silikon dioksida) dan silimanit (aluminium silikat). Sedangkan analisis FTIR menunjukkan gugus fungsi yang terdapat pada LPA-IPA adalah gugus silanol (Si-OH) dan gugus siloksan (Si-O-Si). Sementara hasil analisis spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa perolehan silika terbesar terdapat pada power 528 W, variasi konsentrasi pelarut basa NaOH 12 M dan suhu lebih besar dari (> 70 ?C) dengan waktu leaching 20 menit sebesar 30,71 %-wt, 28,94 %-wt, dan 28,13 %-wt.       

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI