DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KETERAMPILAN MEMBACA MENENTUKKAN GAGASAN POKOK DALAM KALIMAT MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL SQ4R, SCRAMBLE, DAN TAI SISWA KELAS 5 SDN KUIN UTARA 7 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ANGGI RAHMA SYAFITRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-09-03 |
Syafitri, Anggi Rahma. 2021. Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Keterampilan Membaca Menentukkan Gagasan Pokok Dalam Kalimat Menggunakan Kombinasi Model SQ4R,ScrambleDAN TAI Kelas 5 SDN Kuin Utara 7 Banjrmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. UniversitasLambungMangkuratBanjarmasin.Pembimbing Drs.Mahmuddin,MPd.
Kata Kunci: Aktivitas, Hasil Belajar, Bahasa Indonesia, SQ4R, Scramble dan Team Assisted Individualization.
Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca dalam menentukkan gagasan pokok. Membuat rendahnya hasil belajar yaitu pembelajaran satu arah, siswa belum mampu membaca dan menentukkan gagasan pokok, dan dorongan belum muncul dalm pembelajaran. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang tidak meningkat. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu melalui kombinasi model SQ4R, Team Assisted Individualization, dan Scramble. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa, dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 semester genap SDN Kuin Utara 7 Banjarmasin tahun pelajaran 2020/2021, dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang terdiri dari 14 siswa laki-laki, dan 13 siswa perempuan. Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, dan siswa. Data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes tertulis secara individu. Analisis data dihitung berdasarkan skala persentase dan indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 mencapai kriteria Baik, pertemuan 2 mencapai kriteria Baik, pertemuan 3 mencapai kriteria Sangat Baik, dan pertemuan 4 mencapai kriteria Sangat Baik. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 mencapai 56%, pertemuan 2 mencapai 74%, pertemuan 3 mencapai 81%, dan pertemuan 4 mencapai 100%. Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada aspek kognitif 100%, aspek afektif96%,dan aspek psikomotorik 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui kombinasi model SQ4R, Team Assisted Individualization, dan Scramble dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga hipotesis dapat diterima. Adapun saran bagi guru, kepala sekolah, dan peneliti lain agar dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI