DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PRODUKSI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL DENGAN SUBSTRAT PUTIH TELUR DAN KUNING TELUR
PENGARANG:FIQREI AKBAR NUGROHO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-09-15


 Substrat merupakan faktor kunci untuk memproduksi listrik yang efisien dalam sistem MFC. Sistem MFC (Microbial Fuel Cell) merupakan sebuah sistem fuel cell yang langsung mengkorversi energi kimia yang terdapat pada substrat bio-convertible menjadi enegi listrik, menggunakan katalis berupa bakteri. Substrat yang digunakan mulai dari material organik sederhana campuran komplek seperti yang terdapat pada limbah cair. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagi subtrat adalah putih telur atau kuning telur. Putih telur memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi daripada kuning telur, sedangkan kuning telur memiliki kandungan protein yang lebih tinggi daripada putih telur. Eksperimen ini bertujuan untuk menganalisa produksi listrik menggunakan MFC dengan variasi subtrat antara putih telur dengan kuning telur, variasi lamanya inkubasi antar 1, 3 dan 7 hari, serta pengaruh penggunakan aerator terhadap sistem MFC. Penelitian ini dilakukan selama 16 jam dan pengumpulan data dilakukan setiap jam selama 16 jam. Hasil produksi listrik MFC dengan substrat putih telur menghasilkan nilai arus sebasar 141 mA dan daya rata-ratanya 41,538 mW, sedangkan substrat kuning telur menghasilkan nilai arus sebasar 269 mA dan daya rata-ratanya 81,571 mW. Inkubasi 7 hari menghasilkan daya listrik yang lebih tinggi daripada inkubasi 1 hari dan 3 hari, sehingga semakin lama waktu inkubasi mempengaruhi peningkatan kapasitas energi listrik yang dihasilkan. Penggunaan aerator pada MFC dengan substrat putih telur mempengaruhi peningkatan produksi listrik, dengan meningkatkan kuat arus (dari 141 mA tanpa menggunakan aerator ke 277 mA dengan menggunakan aerator) dan tegangannya (dari 457 mV tanpa mengunakan aerator ke 519 mV dengan menggunakan aerator). Sedangkan penggunaan aerator pada MFC dengan substrat kuning telur mempengaruhi penurunan nilai arus (dari 269 mA tanpa menggunakan aerator ke 176 mA dengan menggunakan aerator) dan menaikan tegangannya (dari 425 mV tanpa menggunakan aerator ke 611 mV dengan menggunakan aerator).
Kata Kunci: Listrik, mikroorganisme, Substrat, Inkubasi, Arus, Tegangan, Daya

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI