DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN CERITA FIKSI MENGGUNAKAN MODEL READING PADA SISWA KELAS IV SDN ALALAK TENGAH 4 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NANDA AYU ALFINA RAHMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-09-15 |
ABSTRAK
Rahmah, Nanda Ayu Alfina. 2021. Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Cerita Fiksi Menggunakan Model READING pada Siswa Kelas IV SDN Alalak Tengah 4 Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dessy Dwitalia Sari, M.Pd.
Kata Kunci: Membaca Pemahaman, Cerita Fiksi, Directed Inquiry Activity, Directed Reading Activity, Cooperative Integrated Reading and Composition
Permasalahan yang terjadi di SDN Alalak Tengah 4 Banjarmasin khususnya pada siswa kelas IV adalah rendahnya keterampilan membaca pemahaman cerita fiksi. Penyebab permasalahan tersebut adalah aktivitas pembelajaran yang hanya berpatokan pada satu arah, pembelajaran tidak mendorong siswa untuk berpartisipasi, dan penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi, sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Solusi untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan kombinasi model READING (Directed Inquiry Activity, Directed Reading Activity, dan Cooperative Integrated Reading and Composition). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa dan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada muatan Bahasa Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertamuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Alalak Tengah 4 Banjarmasin, jumlah 10 siswa terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Jenis data yang disajikan adalah data kegiatan guru dan siswa yang didapat melalui observasi, serta data hasil belajar siswa yang didapat melalui tes.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai pertemuan 4 mrningkat dari skor 41 dengan kriteria “Baik” menjadi skor 52 dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 50% menjadi 100% (klasikal). Hasil belajar aspek kognitif pada pertemuan 1 sampai pertemuan 4 meningkat dari 20% menjadi 90% (klasikal). Hasil belajar aspek afektif pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 50% menjadi 90% (klasikal). Hasil belajar aspek psikomotorik pada pertemuan 1 sampai pertemuan 4 meningkat dari 40% menjadi 90% (klasikal).
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam menggunakan model pembelajaran READING dapat terlaksana dengan baik serta aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI