DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KEARIFAN LOKAL SISTEM PERLADANGAN GILIR BALIK MASYARAKAT DI DESA BELANGIAN KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:HADRIANSYAH
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2018-02-21


Hadriansyah. Kearifan Sistem perladangan Gilir Masyarakat di Desa
Belangian Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan,
dibimbing oleh H. Luthfi dan Nurmelati Septiana.
Masalah utama dalam kegiatan perladangan gilir adalah masyarakat sering
dianggap sebagai penyebab kerusakan dan kebakaran hutan. Begitu pula dengan
masyarakat Desa Belangian Kecamatan Aranio yang menggunakan sistem
perladangan gilir balik pada pertanian mereka. Sistem ini disamakan dengan
sistem ladang berpindah meskipun sebutannya gilir balik.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau mengetahui
komponen dan proses kegiatan pada sistem perladangan gilir balik dari awal
hingga selesai kemudian mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal
masyarakat Desa Belangian pada sistem perladangan gilir balik.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Belangian Kecamatan Aranio
Kabupaten Banjar. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dimana
data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data
sekunder.
Perladangan gilir balik adalah sebuah sistem bercocok tanam dengan cara
berpindah-pindah dari satu bidang tanah atau ladang ke bidang tanah yang lain.
Tahapan dalam proses perladangan gilir balik meliputi: manabas, batabang,
manyalukut, manyamprot, manugal, marumput, dan bagumba. Kegiatan
perladangan gilir balik memiliki banyak kearifan lokal. Kearifan lokal terhadap
ekologi/konservasi, kearifan lokal terhadap ketahanan pangan dan kearifan lokal
terhadap kondisi sosoal dan budaya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI