DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Autokorelasi Spasial Sebaran COVID-19 di Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:OKTAVIA NUR AMALIAH-1011
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-09-16


ABSTRAK

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus baru di Wuhan, China pada akhir tahun 2019. Selanjutnya wabah inimenyebar ke seluruh pelosok dunia tidak terkecuali Indonesia pada bulan Maret 2020 termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan. Penyebaran yang sangat cepat inidiasumsikan karena adanya mobilitas manusia antarwilayahsehingga keterhubungan kasus antar wilayah perluditeliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran serta hubungan antar wilayah pada variabel jumlah kasus, jumlah pertambahan kasus, dan jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dalam perawatan di Provinsi Kalimantan Selatan. Keterhubungan itu akan diamati pada rentangwaktu 22 Maret sampai 30 September Tahun 2020 menggunakan metode autokorelasi spasial dengan pengujian Indeks Moran dan Indeks Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA). Berdasarkan hasil pengujian Indeks Moran diketahui adanya autokorelasi spasial untuk semua variabel antara satu wilayah dengan wilayah lain yang bertetangga.Sedangkan hasil pengujian Indeks LISA menunjukkan bahwa Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Banjar mempengaruhi tinggi rendahnya kasus COVID-19 di masing-masing wilayah tetangganya. Oleh karena itu, perlu kebijakan pengendalian mobilitas masyarakat di wilayahyang saling berkorelasi secara spasial di atas dan peningkatan testing dan tracing untuk mengendalikan penyebaran kasus COVID-19 di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kata KunciCOVID-19, Autokorelasi Spasial, Indeks Moran, Indeks Local   Indicator Spatial Autocorrelation (LISA)

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI