DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KPK MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) DAN EXPERIENTIAL LEARNING PADA KELAS 4 SDN SN KURIPAN 2 BANJARMASIN
PENGARANG:ERMA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2021-09-17


 

ABSTRAK

 

Erma. 2021. Meningkatkan Hasil Belajar KPK Menggunakan Menggunakan Kombinasi Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) dan Experiential Learning pada Kelas IV SDN Kuripan 2 Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Drs. Sunarno, M.Pd.

 

Kata Kunci: Meningkatkan Hasil Belajar, CORE, Experiential Learning

 

Permasalahan yang terjadi adalah siswa masih mengalami kesalahan konsep dalam menyelesaikan soal materi KPK mengakibatkan rendahnya hasil belajar pada pada materi KPK. Hal itu diketahui berdasarkan hasil tes dan wawancara yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan penelitian, terdapat sekitar 59% siswa kelas 4C SDN SN Kuripan 2 Banjarmasin yang masih kesulitan menjawab soal tes terkait KPK. Kesalahan konsep yang terjadi pada siswa terjadi karena siswa masih mengalami kesahan operasi hitung, selain itu proses pembelajaran yang kurang bermakna dan  kurang mampunya siswa dalam berpikir kritis menyebabkan siswa kesulitan menyelesaikan soal permasalahan KPK terkait kehidupan sehari-hari dan masih terjadi.. Untuk itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, mendiskripsikan aktivitas siswa dan mengetahui peningkatan hasil belajar dalam menggunakan kombinasi model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) dan Experiential Learning materi KPK.

 

Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Dengan teknik analasis data bab 3 yaitu menggunakan lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan tes evaluasi untuk siswa. Indikator keberhasilan PTK ini, faktor guru mencapai rentag skor 17-20 dengan kategori sangat baik, faktor siswa dapat mencapai persentase secara klasikal ≥82%, dan hasil belajar dengan ketuntasan belajar secara individu dengan mencapai skor nilai sama atau di atas KKM atau ≥70 dan dapat mencapai ketuntasan klasikal ≥80%, serta aktivitas guru dapat mencapai kriteria “sangat baik” dan aktivitas siswa dapat mencapai kriteria sangat aktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pembelajaran yang dilaksanakan oleh penelitian aktivitas guru pada siklus I mencapai skor 16 dengan kategori “baik”, pada siklus II mencapai skor 19 dengan kategori “sangat baik”.  Untuk aktivitas siswa pada siklus I mencapai persentase 66% dengan kategori “aktif” dan mencapai persentase 83% dengan kategori “sangat aktif” pada siklus II. Sedangkan ketuntasan belajar siswa mengalami keberhasilan, baik ketuntasan secara individual maupun klasikal. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) dan Experiential Learning dapat mempengaruhi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa materi KPK di kelas 4C SDN SN Kuripan 2 Banjarmasin dan hipotesis dapat diterima. Penelitian ini disarankan bagi kepala sekolah sebagai alternatif salah satu masukan bagi perbaikan kualitas pembelajaran di sekolah, bagi guru sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan model pembelajaran materi KPK, dan bagi peneliti lain sebagai bahan literatur, bacaan, ataupun perbandingan bagi penelitian.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI