DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Presuposisi Leksikal dan Struktural dalam Tuturan Keluarga Dayak Bakumpai | |
| PENGARANG | : | MUTIARA KHAIRUNNISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-09-21 |
ABSTRAK
Khairunnisa, Mutiara. 2020. Presuposisi Leksikal dan Struktural dalam Tuturan Keluarga Dayak Bakumpai. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Pembimbing (I) Dr. Zulkifli, M.Pd.; (II) Dr. Rusma Nortyani, M.Pd.
Katakunci: presuposisi, presuposisi leksikal, presuposisi struktural, tuturan
Presuposisi merupakan sesuatu yang diasumsikan penutur sebagai kasus sebelum membuat ujaran. Tuturan yang dihasilkan oleh penuturini dikelompokkan ke dalam dua presuposisi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu presuposisi leksikal dan struktural. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptifkualitatif. Data penelitian diperoleh dengan cara dokumentasi berupa rekaman tuturan presuposisi leksikal dan struktural dan pengambilan gambar (foto) pada keluarga Dayak Bakumpai. Data penelitian dianalisis dengan data kualitatif melalui tiga tahapan yaitu (1)reduksi, (2)penyajian, dan (3)penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa presuposisi leksikal terdiri atas 18 penanda. Presuposisi meliputi jihelo “sebelumnya pernah terjadi”, jadi “sudah sebelum itu keadaannya baik-baik saja”, maimbit “membawa adanya perubahan kondisi”, katahie “sudah menunggu lama”, jida “tidak bermaksud adanya perubahan kondisi”,kabuat “sendiribelum bisa melakukan sesuatu”, hindai “lagiperpindahan kondisi”, mulai mulai “adanya perubahan kondisi”, umbet “berhenti adanya perubahan kondisi”, maimbit “membawaadanya perubahan kondisi”, mampulian “mengembalikanperubahan situasi”, balaku “memintaadanya sebuah harapan”, malihi “meninggalkanadanya perubahan situasi”, mampulian “mengembalikansesuatu yang sudah terlanjur terjadi”, dan manarusan “melanjutkanadanya perubahan kondisi”. Penanda presuposisi struktural terdiri dari 8 penanda disertai bentuk dan makna masing-masing presuposisi meliputi aweh “siapa orang yang tidak dikenali”, narai “apasedang atau sudah melakukan sesuatu”, buhen “mengapapenjelasan peristiwa berupa sebab”, hamparaya “kapanrasa ingin melakukan sesuatu”, dan kakueh “bagaimanatelah melakukan sesuatu yang baru saja terjadi”. Penanda presuposisi yang ditemukan menjadi acuan dalam kalimat yang dipresuposisikan dalam penelitian.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI