DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI SUB SUB DAS RIAM KANAN KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | SUSILAWATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-09-21 |
Susilawati, E3F215008. Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Sub Sub DAS Riam Kanan, Kalimantan Selatan. Ketua komisi Pembimbing: Muhammad Ruslan, Anggota Komisi pembimbing 1: Syarifuddin Kadir, Anggota Komisi Pembimbing 2: Yusanto Nugroho.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap keberlanjutan pembangunan karena signifikan menyebabkan kerugian secara ekonomis, ekologis, sosial budaya dan politik. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pengendalian karhutla ditetapkan sebagai salah satu Kebijakan Prioritas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang sering mengalami karhutla, hal ini ditandai dengan peningkatan titik panas pada musim kemarau. Salah satu wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang sering mengalami karhutla ialah wilayah Sub sub DAS Riam, bagian dari Sub DAS Martapura, wilayah DAS Barito.
Karhutla yang terjadi di Sub sub DAS Riam Kanan ini terjadi dari bagian hulu hingga ke bagian hilir sungai. Karhutla yang terjadi mengakibatkan fungsi suatu DAS terganggu. Peran dan fungsi DAS sangat besar sebagai sistem perlindungan dan penyangga kehidupan, keberadaannya perlu dikelola dengan baik, sehingga dapat berfungsi dengan baik. Karhutla di sub sub DAS Riam Kanan seharusnya dapat diperkecil dengan upaya pencegahan secara lokal oleh pemerintah dan masyarakat kabupaten kota hingga tingkat kecamatan dan desa. Program pencegahan kebakaran yang baik dimulai dengan perencanaan yang akan menghasilkan peta kegiatan masyarakat. Karhutla perlu dicermati melalui aspek-aspek penyebab awal (ignition), pemetaan kerawanan karhutla, pemetaan para pihak terkait pengendalian karhutla dan alternatif strategi pengendalian karhutla.
Berdasarkan uraian tersebut,maka penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis faktor-faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan di sub-sub DAS Riam Kanan (2) Menganalisis kerawanan kebakaran hutan dan lahan di sub sub DAS Riam Kanan (3) Menganalisis pemetaan parapihak terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan (4) Merumuskanstrategi pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara terpadu dalam rangka perlindungan kawasan hutan dan lahan sehingga dapat memperkecil kebakaran hutan dan lahan di sub-sub DAS Riam Kanan Kalimantan Selatan.
Data dan metode penelitian yang digunakan (1) Kuisioner,wawancara, observasi langsung, Content analysis,Uji chi square (2) Data penutupan lahan,data DEM, data curah hujan,Analisis Tumpang Susun, Skoring Tingkat Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (3) Partisipatory Prospective Analysis /Analisis Prospektif (4) SWOT dan AHP.
Penyebab kebakaran hutan dan lahan di Desa Tiwingan Lama pada sub sub DAS Riam Kanan disebabkan oleh a) Penggembalaan (28,10%) b) perkemahan, perburuan,pemancingan (24,79%) c) perladangan (22,31%) d) Api dari daerah lain ( 13,22%) e) Konflik Sosial (11,57%); penyebab kebakaran hutan dan lahan di Desa Awang Bangkal Timur a) Konflik Sosial (25,64%) b) Perkemahan,perburuan,pemancingan (24,79%) c) Penggembalaan (21,37%) d) Perladangan (18,80%) dan e) Api dari daerah lain (9,40%), sedangkan penyebab kebakaran hutan dan lahan di Desa Rantau Bujur adalah a) Konflik Sosial (25,22%) b) Penggembalaan (24,35%) c) Perkemahan, perburuan,pemancingan (22,61%) d) Perladangan (21,74%) dan e) Api dari daerah lainnya (6,09%).
Tingkat bahaya kebakaran yang dihasilkan cenderung lebih dipengaruhi oleh tipe penutupan lahan dan elevasi. Peta kerawanan karhutla di sub sub DAS Riam Kanan sangat tinggi berada pada hutan lahan kering sekunder, pertanian lahan kering dan semak belukar. Peta kerawanan karhutla di sub sub DAS Riam Kanan pada elevasi 50 – 100 m, 100 - 200 m dan 200 – 500 m.
Pemetaan pemangku kepentingan terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan di sub sub DAS Riam Kanan yaitu posisi kuadran 1 (subject) ditempati oleh IPPKH, kuadran II (key players) ditempati oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Pemerintah Daerah Provinsi Kalsel, UPT Tahura Sultan Adam, Pos Komando Siaga Darurat Bencana Kabut Asap akibat karhutla, Manggala Agni, Kepolisian/Polsek/Bhabinkamtibmas, Masyarakat, MPA, Pemerintah Kabupaten, Posisi kuadran III (context setter) ditempati Pemerintah Pusat, BMKG, Lapan, TNI/Kodim/Babinsa, BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten, BNPB, KPH Kayutangi, Posisi kuadran IV (crowds) ditempati universitas/pendidikan tinggi.
Strategi pengendalian karhutla di sub sub Das Riam Kanan berdasarkan prioritas adalah (1) Meningkatkan kerjasama antar pihak (stakeholders) dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan berbasis tapak (nilai 44,3%); (2) Peningkatan kompetensi sumberdaya manusia, penyiapan tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan dan lahan sesuai standar (nilai 29,7); (3) Mengintensifkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan melalui sosialisasi, penyadartahuan dan pelatihan pembukaan lahan tanpa bakar secara periodik dan berkesinambungan (nilai 14,8%); (4) Menyusun perencanaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan memastikan tersedianya anggaran pengendalian kebakaran hutan dan lahan dari pusat, provinsi, DBH DR atau dana desa untuk pemberdayaan masyarakat sebagai solusi permanen pembakaran hutan yang bermotif ekonomi (nilai 6,90%) (5) Mensinergikan peraturan pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan perencanaan kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. (nilai 4,30%).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI