DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PENDUGAAN KETERSEDIAAN KEBUTUHAN BERAS DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH DENGAN MODEL SISTEM DINAMIS
PENGARANG:MARLIANA
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2018-02-21


RINGKASAN
MARLIANA. Analisis Pendugaan Ketersediaan Kebutuhan Beras Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Dengan Model Sistem Dinamis dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Arief R.M Akbar, M.Si dan Bapak Hisyam Musthafa Al Hakim, STP, MSc. Penelitian merupakan studi kasus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagai penghasil beras terbesar ke-3 pada tahun 2016 di Provinsi Kalimantan Selatan. Model simulasi ketersediaan kebutuhan beras digambarkan dalam diagram alir kuantifikasi data dan asumsi-asumsi yang ditetapkan. Dalam penelitian ini, perangkat lunak (software) yang digunakan adalah Power simulation (Powersime) yang mengacu pada system dinamik. Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan sebuah model pendugaan penyediaan kebutuhan beras untuk mendapatkan hasil terbaik yang dapat diterapkan sebagai alternatif strategi penyediaan kebutuhan beras di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan memprediksi atau meramalkan tingkat ketersediaan kebutuhan beras di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan menggunakan metode sistem dinamik. Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi manisia. Bagi masyarakat Indonesia beras merupakan salah satu bahan pangan pokok yang utama. Ketersediaan beras sebagai kebutuhan pokok sangat penting untuk diketahui. Ketersediaan beras sepanjang tahun menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas nasional. Tanaman padi sebagai penghasil beras perlu diamati keadaannya untuk menjaga ketersediaan beras. besarnya kebutuhan akan beras menciptakan peluang besar pada bidang pertanian. Hal tersebut membuat pemantauan terhadap hasil panen padi dan ketersediaan beras menjadi sangat penting untuk dilakukan agar tidak terjadi kekurangan stock bahan pangan.  Berdasarkan hasil model yang dibangun laju atau tingkat kebutuhan beras pertahunnya rata-rata 1,1 % serta tingkat ketersediaan beras pertahunnya rata-rata 0,68 %, dan rata-rata peningkatan cadangan berasnya adalah sebesar 0,12 %. Sehingga dapat diprediksi bahwa wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah tidak mengalami kekurangan. Walaupun dari hasil prediksi posisi stock/persediaan beras di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada periode simulasi 2017-2021 tidak mengalami deficit atau kekurangan penyediaan beras, namun harus tetap diperhatikan dalam persediaan beras. Apabila suatu saat terjadi penurunan stock beras maka hal ini menjadi perhatian BULOG sebagai lembaga penyangga. Dimana BULOG dapat mengatur stock beras pada saat surplus untuk dijadikan cadangan ketika stock beras mengalami kekurangan sewaktu-waktu.
 
 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI