DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGEMBANGAN MODEL PENYEDIAAN BERAS DI KABUPATEN BARITO KUALA DENGAN SISTEM DINAMIS | |
| PENGARANG | : | NURUL QAMARIAH | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS PERTANIAN | |
| TANGGAL | : | 2018-02-21 |
RINGKASAN
NURUL QAMARIAH. Pengembangan Model Penyediaan Beras di Kabupaten Barito Kuala Dengan Sistem Dinamis dibimbing oleh Bapak Arief Rahmad Maulana Akbar dan Hisyam Musthafa Al Hakim. Beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, memegang peranan penting dalam menyokong terwujudnya ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, ketersediaan beras yang digambarkan sebagai perbandingan jumlah produksi dengan jumlah konsumsi beras, harus dapat dijamin oleh pemerintah sehingga ketahanan pangan dapat diwujudkan. Kabupaten Barito Kuala sebagai sebagai salah satu penyangga pangan di provinsi Kalimantan selatan mempunyai tingkat produksi padi yang berfluktuasi dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model kebijakan ketersediaan kebutuhan beras serta menganalisis tingkat ketersediaan kebutuhan beras di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan dengan metode sistem dinamik dan mengembangkan model sistem dinamis penyediaan beras untuk dapat diterapkan sebagai alternatif strategi penyediaan beras Kalimantan Selatan khususnya Kabuaten Barito Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode sistem dinamik sedangkan software yang digunakan adalah Power Simulation. Software Powersim merupakan dynamic systems tools untuk memodelkan dan mensimulasikan sistem yang ingin dianalisa serta memvalidasikan hasil simulasi tersebut kemudian. Masalah kebutuhan padi tidak hanya menyangkut jumlah yang tersedia saja tetapi juga tentang ketersediaan yang dapat memenuhi permintaan dari waktu ke waktu. Untuk itu diperlukan suatu indikator yang dapat melihat peningkatan atau penurunan jumlah produksi terhadap kebutuhan yang diinginkan. Selain melihat peningkatan atau penurunan jumlah produksi komoditas padi perlu juga dilakukan peninjauan terhadap posisi stok/penyediaan beras yang mana dapat diketahui apakah ketersediaan beras pada posisi surplus atau defisit. Berdasarkan kriteria ketepatan model dengan menggunakan uji MAPE (Mean Absolute Percentage Error) nilai tengah persentase kesalahan absolut dengan membandingkan data prakiraan dan data aktual telah dilakukan pada kebutuhan beras, ketersediaan beras dan cadangan beras dari tahun 2012-2015 diketahui untuk kebutuhan beras di peroleh nilai rata-rata sebesar 0,31% untuk ketersediaan beras diperoleh nilai rata-rata sebesar 1,19% sedangkan untuk validasi cadangan beras di peroleh nilai rata-rata sebesar 1,45%. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan pada kebutuhan beras, ketersediaan beras dan cadangan beras dapat dinyatakan bahwa model yang dikembangkan sangat tepat karena di bawah <5% dan dapat merepresentasikan kondisi nyata untuk model penyediaan beras di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI