DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN SEPAT RAWA (Trichogaster trichopterus) DENGAN MENGGUNAKAN BATCH DRYER
PENGARANG:DESSY AYU ARISMAN FATMALA
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2018-02-22


Ikan sepat rawa (Trichogaster trichopterus) hidup di perairan wilayah Kalimantan Selatan. Ikan tersebut dikenal sebagai lauk khas masyarakat Banjar. Masyarakat mengkonsumsi dalam bentuk segar dan kering. Pengeringan ikan tersebut masih dengan cara konvensional yaitu dengan menggunakan sinar matahari. Metode pengeringan konvensional sangat tergantung pada cuaca dan suhu pengeringan tidak dapat diatur. Selain itu bahan baku yang berupa ikan sepat rawa ini harus segera diolah menjadi ikan asin dalam jangka waktu 24 jam untuk menghasilkan ikan asin sepat yang berkualitas tinggi. Apabila ikan sepat rawa yang dikeringkan mengalami kendala dalam proses pengeringan lebih dari 24 jam maka kualitasnya akan menurun sehingga harga jualnya pun akan menurun. Selain itu, ikan sepat rawa yang selama ini dikeringkan secara tradisional juga memiliki kendala dalam kehigienisan produk, karena biasanya dikeringkan pada ruang terbuka yang rentan terhadap kontaminasi. Ada beberapa metode pengeringan bahan. Metode tersebut antara lain dengan cara konvensional, menggunakan oven, dan menggunakan batch dryer. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Pengeringan dengan menggunakan batch dryer memiliki kelebihan yaitu suhu, kelembaban, kecepatan udara, sanitasi, dan kehigienisan dapat diatur akan tetapi memerlukan biaya yang lebih besar. Sehingga perlu dilakukan kajian agar diketahui kelayakan finansial usaha pengolahan ikan asin sepat rawa dengan menggunakan batch dryer tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan ikan asin sepat rawa dengan menggunakan batch dryer. Metode penelitian yang digunakan dengan analisis finansial meliputi NPV, IRR, B/C Ratio, dan BEP. NPV merupakan net benefit yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital (SOCC) sebagai diskon faktor. IRR adalah suatu tingkat discount rate yang menghasilkan net present value sama dengan 0 (nol). B/C ratio merupakan perbandingan antara penerimaan total dengan biaya investasi total, yang menunjukkan nilai penerimaan yang diperoleh dari setiap rupiah yang dikeluarkan. BEP adalah suatu titik pulang pokok dimana total revenue = total cost. Hasil yang didapat adalah NPV sebesar Rp 43.105.834, IRR 279,78%, dan B/C ratio 12,8. Usaha ini secara finansial layak dijalankan dilihat dari hasil perhitungan NPV diatas nol, nilai IRR diatas MARR (9%) dan nilai B/C ratio diatas 1. Nilai BEP menunjukkan bahwa titik impas pada tahun pertama dengan waktu produksi selama 7 bulan 8 hari.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI