DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | SEGMENTASI PASAR USAHATANI BUNGA MELATI (Jasminum sambac) DI DESA BINCAU, KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR | |
| PENGARANG | : | BELLA ANGGRAINI | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS PERTANIAN | |
| TANGGAL | : | 2018-02-22 |
Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Menganalisis macam/jenis saluran
pemasaran pada usahatani bunga melati di Desa Bincau (2) mengetahui
segmentasi pasar bunga melati di Desa Bincau (3) mengidentifikasi permasalahan
yang dihadapi dalam proses pemasaran pada usahatani bunga melati di Desa
Bincau.
Penelitian ini di laksanakan di Desa Bincau Kecamatan Martapura
Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017 sampai bulan
Oktober 2017, mulai dari persiapan, pengumpulan data sampai dengan
penyusunan laporan.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bincau Kecamatan Martapura
Kabupaten Banjar dari bulan Mei 2017 – Oktober 2011. Penelitian ini dilakukan
dengan metode sensus. Pemilihan responden pedagang menggunakan metode
Snowball Sampling, dan pemilihan responden untuk segmentasi pasar
menggunakan Accidental Sampling. Data yang dipelukan meliputi dua jenis data,
yaitu data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran bunga melati di
Desa Bincau Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar memiliki empat pola
pemasaran yaitu, Petani – Konsumen 10 %, Petani – Pedagang pengecer –
Konsumen 15%, Petani – Pengrajin Bunga Melati – Perias Pengantin – Konsumen
30%, Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – Konsumen 45%.
Segmentasi Demografis, menurut usia pembelian rangkaian bunga melati,
berkisar antara 21-30 tahun. Jenis kelamin yang banyak melakukan pembelian
rangkaian bunga melati adalah perempuan. Tingkat pendidikan yang paling
dominan pembeli rangkaian bunga melati adalah lulusan SMA. Pendapatan
perangkai bunga melati paling banyak berkisar Rp. 2.000.000 – Rp.3.000.000.
Domisili pembeli rangkaian bunga melati berasal dari daerah Martapura,
Landasan Ulin, Pelaihari, Banjarbaru, Banjarmasin, Hulu Sungai dan paling jauh
Kota Baru. Segmentasi geografis, daerah penjualan rangkaian bunga melati yang
sudah rutin dilakukan adalah Martapura, Landasan Ulin, Pelaihari, Banjarbaru,
Banjarmasin, Hulu Sungai dan Kota Baru. Sebanyak 30% pemesanan rangkaian
bunga melati ada di Kabupten Banjar.
Permasalahan yang dihadapi petani di Desa Bincau Kecamatan Martapura
Kota adalah, modal yang terbatas, harga jual, bunga melati yang tidak tahan lama,
serangan hama dan penyakit.
Dari hasil penelitian ini disarankan, (1) untuk mengatasi permasalahan
seperti modal terbatas, dan harga jual yang tidak menentu, di sarankan agar petani
bergabung dalam kelompok tani untuk bis memperoleh KUT/KUR. (2) Agar
saluran pemasaran bunga melati yang berada di saluran I (petani -konsumen) lebih
besar, petani bunga melati seharusnya tidak sekedar menanam bunga melati,
dipanen lalu dijual ke konsumen/pengumpul ataupun pengecer tetapi hendaknya
petani dapat mengolah atau merangkai bunga melati yang sudah dipanen menjadi
rangkaian yang siap didistribusikan ke konsumen.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI